Pelumas yang Bisa Rawat Mesin Dibutuhkan Formulasi yang Seimbang

Serba-serbi Oli Kendaraan

Pelumas yang Bisa Rawat Mesin Dibutuhkan Formulasi yang Seimbang

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Sabtu, 17 Sep 2016 15:16 WIB
Pelumas yang Bisa Rawat Mesin Dibutuhkan Formulasi yang Seimbang
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pelumas yang terbaik adalah yang bisa merawat mesin kendaraan. Jika performa pelumas kurang baik, kinerja mesin bisa tergerus.

Lubricant Product Development Pertamina, Mia Krishna mengatakan, untuk mendapatkan pelumas yang bisa merawat mesin dibutuhkan formulasi pencampuran base oil dan bahan aditif yang seimbang. Selain itu, dibutuhkan juga bahan baku yang berkualitas bagus. Karenanya, saat pengembangan pelumas baru, produsen pelumas perlu menguji beberapa kali hasil formulasinya sampai pelumas tersebut teruji performanya untuk merawat mesin.

"Kunci pertama adalah formulasi harus seimbang. Selain formulasi, bahan bakunya juga harus bagus. Itu tidak bisa diketahui kalau kita tidak punya lab riset. Pertamina punya lab riset sendiri di dalam negeri. Kami tahu kondisi di sini, kami tahu kondisi BBM di sini, jadi sangat merepresentasikan kondisi yang sebenarnya, termasuk bahan bakarnya," kata Mia kepada detikOto.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilihan base oil pun sangat berpengaruh. Jika base oil tidak sesuai, maka kendalanya pelumas akan cepat mengencer atau mengental.

"Kalau (base oil) terlalu encer, sebenarnya bisa di-improve, dikasih pengental jadinya (kekentalan SAE) sama. Itu yang disebut kekentalannya sama, tapi bahan bakunya beda. Misalnya mau bikin keentalan 10, saya punya bahan baku encer yang 3, untuk capai 10 kan mesti dikentalin, kasih saja pengental akhirnya dapat kekentalan 10. Masukin deh ke mesin, misah semua kena panas. Yang kekentalan 3 menguap karena encer, alhasil olinya boros. Kalau terlalu kental, enggak tahan panas, enggak mengalir, tarikan berat, mesin kotor, aus di mana-mana. Bandingin sama base oil 10, dia tahan panas, olinya dengan mudah mengalir. Customer enggak tahu, tahunya kekentalannya sama 10W-30. Begitu dipakai terasa olinya boros," kata Mia.

Mia mengakui, konsumen akan sulit untuk memilih pelumas yang 'menyehatkan' mesin kendaraan jika hanya melihat dari sisi kemasannya. Sebab, tak banyak informasi yang bisa didapat dari kemasan pelumas.

"Kalau mau beli pelumas, dari kemasannya kita cuma bisa lihat SAE (tingkat kekentalan pelumas) dan API Service (tingkat unjuk kerja pelumas). Tapi dari bahan bakunya kita tidak bisa lihat. Kalau mau lihat performance-nya, dilihat secara fisik tidak bisa. Kelihatannya ketika dites. Performance yang terbaik itu dari bahan bakunya, formulasinya dan juga pengujiannya," kata Mia.

"Terus gimana cara lihat kualitasnya? Enggak bakal tahu. Yang bisa tahu, Anda percaya enggak sama produsennya? Kalau saya percaya sama produsennya, saya tahu dia punya lab, saya tahu dia punya kilang (bahan baku/base oil), sudah cukup," lanjut Mia. (rgr/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads