Trik Leasing Antisipasi Kehadiran LSM Pelindung Kredit Macet

Trik Leasing Antisipasi Kehadiran LSM Pelindung Kredit Macet

Dina Rayanti - detikOto
Rabu, 03 Agu 2016 16:37 WIB
Trik Leasing Antisipasi Kehadiran LSM Pelindung Kredit Macet
Foto: Dina Rayanti
Jakarta - Ada oknum yang mengatasnamakan sebagai LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) menghalang-halangi perusahaan pembiayaan dalam menarik kendaraan yang terlibat kredit macet.

Meski begitu di Senior Executive Vice President PT Mandiri Utama Finance (MUF), Yanto Tija mengatakan meski fenomena tersebut sudah lama terjadi, saat ini di MUF belum mengalami kejadian seperti itu.

"Iya sudah lama, tapi kita mudah-mudahan nggak kena, kita belum ada kasus kaya gitu," ujar Yanto saat dihubungi detikOto, di Jakarta, Rabu (3/8/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mencegah hal tersebut, MUF melakukan sejumlah langkah pencegahan seperti menyediakan tenaga kerja yang berkualitas baik, survei di lapangan dilakukan dengan benar, serta kepala cabang dituntut untuk mengetahui wilayah dimana ia ditempatkan.

"Antisipasinya dengan people yang bagus di lapangan, survei yang terjadi di lapangan juga yang benar jangan sampai ada fraud, kepala cabang juga harus mengetahui daerah sekitarnya secara lengkap," ungkap Yanto.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Mandiri Utama Finance, Stanley Atmadja, mengatakan tindakan menghalang-halangi penagihan kredit macet bisa disebut sebagai tindakan premanisme.

"Karena ini bukan suatu gerakan yang benar, ini keuntungan dari LSM-nya saja. Ini bisa disebut preman. Kalau kasus seperti itu (menahan kendaraan dengan kredit macet-Red) namanya mengakali konsumen, tapi merugikan konsumen dan leasing," kata Stanley.

Dirinya juga mengatakan, jika benar-benar ada kejadian seperti ini, maka lebih baik adukan ke pihak berwajib, untuk di tindak tegas.

"Kalau ada kasus seperti ini, kita bisa buktikan, dan melapor ke polisi. Harus ada tindakan konkret, karena ini benar-benar penyimpangan," ujarnya.

Kinerja MUF

Sementara itu MUF melaporkan kinerja MUF di pembiayaan mobil baru selama semester I-2016 mencapai 28.000 kendaraan dan nilai pembiayaan sebesar Rp 760 miliar. Di pembiayaan motor baru juga menunjukkan tren yang terus meningkat sebanyak 12.400 kendaraan dengan total nilai pembiayaan sebesar Rp 207 miliar.

Di bulan Juni 2016, pembiayaan mobil baru MUF naik drastis sebesar 102% atau peningkatan nilai pembiayaan sebesar 91% dibandingkan dengan kinerja pembiayaan di bulan sebelumnya.

Sedangkan untuk pembiayaan motor baru, ada peningkatan unit pembiayaan motor baru sebesar 74% atau peningkatan nilai pembiayaan sebesar 71% dibandingkan kinerja pembiayaan di bulan sebelumnya. (ddn/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads