Diskon Mobil Baru Masih Marak, Penjualan Mobkas Turun

Diskon Mobil Baru Masih Marak, Penjualan Mobkas Turun

- detikOto
Kamis, 16 Apr 2015 10:11 WIB
Jakarta - Penjualan mobil bekas di Jakarta dan sekitarnya sepanjang kuartal pertama tahun ini menurun dibanding tahun lalu. Masih banyaknya program diskon mobil baru dan melemahnya daya beli masyarakat menjadi penyebabnya.

"Penjualan mobil bekas di (busa mobil bekas) WTC, dari Januari sampai akhir Maret lalu, tercatat sekitar 7.016 unit atau turun sekitar 400 unit dibanding tahun lalu," tutur Senior Manager WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih, saat dihubungi detikOto di Jakarta, Kamis (16/4/2015).

Menurutnya, penurunan itu antara lain dikarenakan imbas dari penjualan mobil baru yang juga melemah. Akibat pasar mobil baru yang loyo itu, tak sedikit diler mobil yang memberikan diskon kepada calon pembeli.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apalagi saat ini tingkat suku bunga untuk kredit mobil baru rata-rata hanya 4 persen. Sedangkan untuk mobil bekas 7,5 persen. Jadi orang lebih memilih mobil baru, kalau memang bernit membeli kendaraan,’ ucapnya.

Penyebab penurunan lainnya adalah, banjir yang menerjang sebagian besar wilayah Jakarta pada Februari lalu. Akibatnya orang yang akan bertandang ke WTC untuk membeli mobil bekas mengurungkan niatnya.

Faktor ketiga adalah, daya beli yang naik turun. Namun, secara rata-rata, kata Herjanto, daya beli masyarakat menurun dibanding tahun sebelumnya.

"Entah apa sebabnya, saya tidak paham, tapi faktanya seperti itu. Ya mungkin BBM naik, listrik naik, kebutuhan pokok naik, Sehingga, inflasi juga naik dan orang berpikir ulang untuk beli, karena pos anggaran belanjanya membengkak,” kata dia.

Dampak dari penurunan daya beli itu diakui oleh pimpinan showroom mobil bekas Edwin Mobilindo, Tambun, Bekasi, Edi Winarno. Menurutnya sejak awal tahun, tren penurunan penjualan sudah dirasakan pedagang mobil bekas.

β€œKalau dirata-rata ya sekitar 20-30 persen. Sebelumnya, kami bisa menjual 20 mobil setiap bulan, tapi sekarang paling banter hanya 14 unit, atau bahkan kurang,” paparnya saat dihubungi.

Sementara itu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan, penjualan mobil sepanjang kuartal pertama, secara wholesale sebanyak 282.569 unit. Jumlah itu menurun dibanding periode sama tahun lalu yang sebanyak 328.500 unit.

Adapun penjualan secara ritel merosot 15 persen dari 303.776 unit pada 2014, menjadi 257.830 unit di tiga bulan pertama 2015 ini.

(arf/ady)

Hide Ads