Keberhasilan tersebut sekaligus mengantarkan tim Sadewa Otto menjadi Juara satu pada ajang Shell Eco Marathon (SEM) Asia 2014 di Luneta Park Manila, Filipina, 6β9 Februari 2014.
Kalabia Evo-4 berhasil meningkatkan performanya dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang baru mencapai jarak tempuh 152,3 km/l. Selain unggul pada kategori Urban Concept, UI juga meraih peringkat empat besar pada kategori Prototype dengan bahan bakar bensin di ajang yang sama melalui tim Nakoela dengan nama mobil Keris RV berjarak tempuh 342,48 km/liter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kategori Urban Concept dengan bahan bakar bensin, Universitas Sebelas Maret meraih peringkat dua dengan pencapaian 75.73 km/l.
Selanjutnya pada peringkat tiga diraih oleh Politeknik Negeri Jakarta dengan raihan 56,45 km/l dan Politeknik Negeri Pontianak menduduki peringkat keempat dengan jarak tempuh 56,46 km/l. Pada peringkat kelima diraih oleh Chitkara Institute of Engineering and Technology, India dengan pencapaian 55.96 km/l.
Lebih lanjut pada kategori Prototype dengan bahan bakar bensin paling irit berhasil diraih oleh Sakonnakhon Technical College Thailand dengan capaian 1796.03 km/l.
Perwakilan Thailand lainnya Kong Thabbok Upatham Changkol Kho So Tho Bo School berhasil menduduki peringkat kedua dengan pencapaian 1078.06 km/l. Sedangkan Tongji University β China berhasil menempuh 864.24 km/l dan menduduki peringkat tiga.
βKami sangat bangga dapat mewakili UI khususnya dan Indonesia untuk mengikuti ajang bergengsi serta bertemu dan berkompetisi dengan tim dari negara lainnya di Asia. Ke depannya, kami bersama UI-SMV akan terus mengembangkan disain mobil menjadi lebih aerodinamis dan irit bahan bakar,β ujar Team Manager Saweda Otto Pither Supermando (mahasiswa jurusan Teknik Mesin 2010).
Baik tim Sadewa Otto maupun Nakoela adalah bagian dari UI Supermileage Vehicle (UI-SMV) yang merupakan sebuah perkumpulan otomotif bentukan mahasiswa UI lintas fakultas dengan moto βWe design, build and race the best vehicles with the best efficiency.
βPada ajang SEM Asia 2014, tidak kurang 100 tim dari 15 negara di Asia mengikuti kompetisi merancang dan membangun kendaraan yang paling hemat energi ini. Pemenangnya adalah kendaraan yang dapat bergerak jarak terjauh dengan menggunakan bahan bakar atau energi paling sedikit," ujar Supermando dalam keterangan resminya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih