Bensin Tak Lagi Berharga 5 Sen di Venezuela

Bensin Tak Lagi Berharga 5 Sen di Venezuela

Syubhan Akib - detikOto
Selasa, 24 Des 2013 15:28 WIB
Bensin Tak Lagi Berharga 5 Sen di Venezuela
dok AFP
Caracas - Saat ini Venezuela masih menjadi salah satu negara yang mensubsidi bahan bakar minyak dan menjadikan negara tersebut sebagai salah satu negara dengan harga BBM paling murah di dunia. Kini, untuk pertama kalinya dalam dua dekade, Venezuela hendak menaikkan harga BBM.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan kalau dia berniat untuk menaikkan harga bahan bakar minyak yang telah bertahan di sekitar 5 sen per galon selama hampir dua dekade. Di negara Amerika Latin itu, mengisi BBM setangki penuh justru lebih murah dibandingkan sebotol air mineral.

Maduro seperti dilansir Fox News, mengatakan bahwa kenaikan harga tersebut akan datang hanya pada waktu yang tepat. Kenaikan akan dilakukan secara bertahap selama 3 tahun.

Dia mengatakan hal ini setelah perdebatan panjang di dalam negeri seraya menjelaskan kepada rakyat Venezuela berapa banyak uang yang dihabiskan subsidi dan menjamin peningkatan harga semacam itu tidak akan menambah inflasi.

Pemerintah Venezuela mengatakan kalau tiap tahun mereka memberi subsidi sampai US$ 12,5 miliar untuk bahan bakar yang malah berkontribusi meningkatkan polusi di Venezuela.

Selain itu, akibat harga BBM yang murah di Venezuela, banyak penyelundupan minyak terjadi dari Venezuela ke negara-negara tetangga yang menjual BBM dengan harga yang jauh lebih tinggi.

Ini adalah salah satu bentuk keberanian Moduro. Sebab para pemimpin Venezuela sejak hampir 2 dekade tidak ada yang berani menaikkan harga BBM karena takut terjadi kerusuhan seperti yang terjadi pada tahun 1989.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagai negara minyak, Venezuela harus memiliki keunggulan harga khusus untuk hidrokarbon dibandingkan dengan pasar internasional. Tapi itu harus menjadi keuntungan, bukan kerugian," kata Moduro seperti dikutip Huffington Post.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads