'Jangan Muluk-muluk, Angkutan Umum Saja yang Diperbaiki'

'Jangan Muluk-muluk, Angkutan Umum Saja yang Diperbaiki'

Aditya Maulana - detikOto
Rabu, 03 Apr 2013 08:59 WIB
Jangan Muluk-muluk, Angkutan Umum Saja yang Diperbaiki
Jakarta - Banyak wacana untuk mengatasi kemacetan di Ibu Kota Negara ini. Ada penerapan ganjil-genap, Electronic Road Pricing (ERP), MRT dan lain sebagainya. Yang menjadi pertanyaan apakah jika semuanya itu sudah diterapkan akan mengurangi kemacetan di Jakarta?

Presiden Forum Komunikasi Klub dan Komunitas Otomotif (FK30) Amroe Wahyudi mengatakan jangan terlalu muluk-muluk untuk mengatasi kemacetan di Jakarta ini. Intinya hanya satu yakni perbaiki saja semua alat transportasi umum yang ada.

"Sebenarnya tidak perlu ini itu. Yang paling penting adalah perbaiki semua sarana dan prasarana angkutan umum di Jakarta ini. Itu intinya," tegas Amroe di Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lanjut Amroe, langkah mengadakan busway ini sudah cukup baik, tapi alangkah baiknya jika ada penambahan angkutan umum seperti itu tidak mengurangi badan jalan yang tersedia.

"Busway ini sangat baik diadakan di Jakarta. Tapi jangan malah mengurangi badan jalan. Jalan menjadi lebih kecil, apakah itu tidak semakin membuat macet?," keluhnya.

Amroe juga menyangkan, angkutan umum seperti Busway ini juga belakangan ini sudah tidak efektif. Menunggu busway sekarang-sekarang ini menjadi lama. Itu terjadi karena jalanannya yang macet dan penggunanya semakin banyak.

"Sekarang gini orang naik busway saja harus menunggu 30 menit. Apakah ini efektif? Kalau seperti ini malah masyarakat juga akan memilih menggunakan kendaraan pribadi karena lebih praktis dan ekonomis," lugasnya.

Amroe menyarankan, jika pemerintah DKI Jakarta ingin meningkatkan sarana dan prasarana alat transportasi umum harus benar-benar dipertimbangkan dengan baik dampaknya dan jangan sekali-kali mengganggu jalan yang sudah ada seperti adanya busway yang malah memakan badan jalan sehingga jalan menjadi lebih kecil.

"Seperti di negara-negara berkembang lainnya dong, alat transportasi umum sarana dan prasaranya baik. Angkutan umum di beberapa negara dikelola oleh pihak swasta yang tidak memikirkan keuntungan semata," tandasnya.

(ady/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads