Wah di Shanghai, Harga Pelat Kendaraan Rp 116 Jutaan

Wah di Shanghai, Harga Pelat Kendaraan Rp 116 Jutaan

Aditya Maulana - detikOto
Minggu, 27 Jan 2013 10:59 WIB
Wah di Shanghai, Harga Pelat Kendaraan Rp 116 Jutaan
Mobil tertutup salju di Shanghai (REUTERS)
Shanghai - Masih ingat dengan kota Shanghai, China yang memberlakukan pelelangan pelat nomot kendaraan untuk membatasi jumlah kendaraan baru yang beredar?

Ya, cara yang dilakukang kota Shanghai memang sedikit unit dibanding kota-kota lain yang berada di masing-masing negara. Bagaimana tidak untuk mendapatkan pelat nomor kendaraan tersebut pemilik kendaraan harus mengikuti lelang.

Tahun lalu bayar lelang pelat nomor kendaraan dimulai 50.000 Yuan atau sekitar Rp 77,5 juta. Kini harga lelang itu kembali naik menjadi 75.000 Yuan atau setara Rp 116 jutaan. Wow, harganya hampir setara dengan 1 unit mobil baru.

"Tidak peduli seberapa bagus mobil yang Anda miliki atau berapa banyak mobil Anda, jika tidak bisa mendapatkan pelat nomor itu maka mobil Anda tidak ada apa-apanya," kata Yolanda Dong seorang Market Manager di salah satu perusahaan Jepang yang ada di Shanghai yang juga baru mendapatkan plat nomoe kendaraannya dengan membayar 77.000 Yuan.

Dilansir China Real Time Report, pelelangan pelat nomor di Shanghai merupakan cara untuk mengurangi kemacetan yang semakin parah. Karena semakin kaya seseorang kepemilikan mobil semakin penting

Hal ini juga didasari oleh kekhawatiran penggunaan bahan bakar yang meningkat dan menimnbulkan masalah polusi udara yang besar.

Bagaimana seseorang berpartisipasi dalam pelelangan tersebut? Pertama, pemohoin harus pergi ke Bank Of Communications untuk mendaftar. Disana pemohon meletakan deposit sebesar 2.000 Yuan untuk mendapatkan nomer rekening dan disk komputer.

Setelah itu disk komputer yang dimilikinya memiliki program yang terhubung ke sistem yang pelelangan untuk melakukan penawaran dengan menggunakan nomer rekening dan pemohon hanya memiliki 3 kesempatan untuk menawar.

Cukup rumit kan? Tapi menurut seorang pakar sistem seperti ini mengalahkan sistem yang diterapkan di kota Beijing. Tidak seperti Shanghai, di Beijing untuk mendapatkan pelat nomor kendaraan dengan cara mengikuti lotre.

"Sistem yang diterapkan di Shanghai tampaknya lebih ilmiah dan lebih cerah," kata Niu Fengrui, Researcher and Former Head of Institute for Urban and Enviromental Studies Chinese Academy of Social Science.

(ady/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads