Hal itu disampaikan Presdir PT Toyota-Astra Motor Johnny Darmawan seusai menemui Menteri Perindustrian MS Hidayat di Kantor Kemenperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (25/5/2011).
Johnny menambahkan, permintaan terhadap mobil Toyota di Indonesia tetap tinggi, tetapi untuk memenuhinya Toyota cukup susah karena pasokan suku cadang dari Jepang masih terbatas. "Permintaan meningkat, itu yang justru kita malu," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengakalinya, Johnny mengatakan, memperpanjang waktu simpan untuk mobil-mobil tersebut. Stok mobil yang seharusnya hanya untuk 2 bulan, diperpanjang menjadi 4 bulan.
"Kita cicil, dari stok yang 2 bulan dipecahkan menjadi 4 bulan," ujarnya.
Lebih lanjut Johnny mengingatkan kalau Toyota memiliki aturan agar tetap melakukan penyediaan mobil secara cepat.
"Indennya ada tapi kita punya kewajiban tidak boleh inden lama-lama," imbuhnya.
Sementara itu untuk total produksi, Toyota menargetkan total produksi pada tahun 2011 mencapai 130.000-135.000 unit. Tahun 2010 lalu total produksinya mencapai 107.220 unit.
Sampai dengan bulan April 2011, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia telah memproduksi sebanyak 39.861 unit mobil.
(ade/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi