Pasar Mobil Indonesia Paling Potensial dibanding Negara Lain di ASEAN

Pasar Mobil Indonesia Paling Potensial dibanding Negara Lain di ASEAN

- detikOto
Kamis, 19 Mei 2011 13:17 WIB
Pasar Mobil Indonesia Paling Potensial dibanding Negara Lain di ASEAN
Bandung - PT Hyundai Mobil Indonesia terus mendesak Hyundai Motor Company untuk mengucurkan dana investasi mereka di Indonesia. Indonesia lebih potensial dibanding negara ASEAN lain seperti Vietnam, Malaysia atau bahkan Thailand.

Presiden Director PT Hyundai Mobil Indonesia, Jongkie D. Sugiarto menjelaskan Indonesia memiliki potensi pasar yang lebih besar dibanding negara lain di Asean.

"Kita tekan terus supaya mereka kucurkan dana ke Indonesia. Beberapa tahun lalu Hyundai Korea sudah meneliti 5 negara di ASEAN mulai dari Indonesia, Filipina, Malaysia, Thailand. Sekarang sisa tinggal dua pilihan Indonesia dan Vietnam, tapi saya katakan Indonesia lebih potensial dibanding Vietnam," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya katakan sama mereka, silahan anda tumpuk 5 negara di ASEAN, itu sama dengan Indonesia. Indonesia punya 237 juta penduduk, potensi kita sangat besar," tandasnya.

Lebih lanjut Jongkie menjelaskan kalau di masa depan, Indonesia bakal jadi pasar terbesar di ASEAN.

"Taruhan sama saya, siapa duluan yang sampai ke penjualan 1 juta per tahun, Indonesia atau Thailand, saya katakan Indonesia yang bakal duluan," tandasnya.

Saat ini income perkapita Indonesia baru mencapai sekitar US$ 3.000an, sekarang kebanyakan baru sampai tahap motor yang terjangkau, tapi dengan makin berkembangnya ekonomi, income kita naik, tahap itu akan naik juga, nanti akan sampai pada tahap semua membeli mobil.

"Karena itu kami mau mereka bikin pabrik disini. Pabrik manufacturing, kita kan sekarang baru pabrik assembling," tandasnya.

Sebelumnya pemerintah mencoba membujuk Hyundai untuk membangun pabriknya di Indonesia. Pihak Hyundai sebenarnya telah menyatakan ketertarikannya menjajaki Indonesia sebagai pusat pabrik mobil.

"Kita sedang menyakinkan Hyundai. Waktu ketemu di Korea mereka menyampaikan minatnya bahwa Indonesia yang dipertimbangkan menjadi center of car manufacturing," kata Staf Khusus Menteri Koordinasi Perekonomian, Amir Sambodo dalam bincang dengan wartawan Rabu malam di Nusa Dua, Bali (18/5/2011).

Akan tetapi, pemerintah pihak Hyundai, kata Amir, juga tertarik untuk membangunnya di Vietnam karena di sana memiliki keleluasaan sampai dengan 5 tahun ke depan. "Mereka juga mempertimbangkan vietnam karena free bea masuknya, masih punya kelonggaran 5 tahun lagi," ujarnya.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads