"Sejauh ini tidak ada kenaikan harga," kata Marketing Communication Auto2000 Cahaya Fitri Tantriani kepada detikOto, Selasa (10/5/2011).
Selama ini menurut Tantri stok suku cadang seperti busi, kampas rem dan fast moving lainnya untuk mobil merek Toyota masih aman. "Stok kita (Auto2000) juga masih cukup," tandas Tantri tanpa merincikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begitu pun sparepart mobil untuk KIA. Manajer Komunikasi dan Pemasaran PT KIA Mobil Indonesia Ridjal Mulyadi menyambut kondisi pasar otomotif yang bertahan karena gempa dan tsunami di Jepang.
"Sparepart sampai saat ini belum ada kenaikan. Belum ada korelasi dengan bencana Jepang. Kita (KIA) masih harga yang sama. Ketersediaan stok spare part tergantung, karena ribuan item. Yang pasti fast moving lebih besar," pungkasnya Ridjal.
Namun berbeda dengan harga sparepart mobil Mitsubishi. PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) mengaku telah menaikkan harga sparepart untuk mobil-mobil Mitsubishi di dalam negeri.
Tetapi seperti yang dijelaskan PR PT KTB Jerry Amran, tidak semua sparepart Mitsubishi mengalami kenaikan harga. Ia menjelaskan hanya 30 persen sparepart dari total sparepart yang dijual. Di antaranya busi, kampas rem dan lain-lain.
"Kenaikan harga bervariasi, mulai 5-10 persen. Tapi hanya 30 persen spare part yang naik," jelas Jerry.
Sementara di toko yang khusus menjual sparepart mobil untuk merek KIA, Hyundai, Daewoo, Daihatsu, harga sparepart untuk mobil tersebut belum naik.
"Sampai saat ini belum ada kenaikan," ujar Yadi, pemilik toko Champion Motor Blok A.01 di Atrium Senen.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Di RI Banyak Merek Motor Listrik, Kenapa Harus Emmo Rp 50 Jutaan buat MBG?
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?