Ban Cacat, KIA dan Hyundai Tarik Mobil dari Pasaran

Ban Cacat, KIA dan Hyundai Tarik Mobil dari Pasaran

- detikOto
Selasa, 12 Apr 2011 16:15 WIB
Ban Cacat, KIA dan Hyundai Tarik Mobil dari Pasaran
Beijing - Duo produsen mobil Korea, Hyundai dan KIA dipaksa untuk menarik (recall) 70.795 unit mobil mereka dari pasar China karena ditengarai memiliki cacat bawaan pada ban buatan Kuhmo yang melekat di mobil-mobil duet Korea tersebut.

Penarikan kembali itu mencakup 63.588 mobil Hyundai yang dibuat di Beijing pada 4 Juni 2008 sampai 13 Januari 2011 dan 7.208 mobil KIA yang dibuat di China.

Pengumuman penarikan puluhan ribu mobil Korea itu diumumkan di situs resmi Pengawasan Kualitas, Inspeksi dan Karantina China atau General Administration of Quality Supervision, Inspection and Quarantine China.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain Hyundai dan Kia, produsen mobil lokal Great Wall juga mendapat imbas tersebut. Great Wall Motor juga harus menarik 4.685 mobil yang dilengkapi dengan ban Kumho.

Kumho sendiri adalah produsen ban terbesar di China yang banyak menggunakan ban daur ulang. Ban buatan Kuhmo menurut pemerintah negeri tirai bambu itu bisa menyebabkan ban pecah lebih mudah. Izin produksi ban Kuhmo di pabrik Tianjin sendiri sudah dihentikan. Demikian detikOto kutip dari Reuters, Selasa (12/4/2011).

Recall KIA Sorento dan Subaru Impreza di AS

Sementara di Amerika Serikat, Badan Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Raya Amerika atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) seperti diungkapkan Detroit News, saat ini juga sedang menyelidiki keamanan 50.000 KIA Sorento.

NHTSA mengatakan telah menerima beberapa pengaduan yang mengatakan bermasalah dengan transmisi KIA Sorento. KIA Motors sendiri telah mengeluarkan buletin layanan teknis yang menjelaskan masalah seperti suara bising atau suara memekik dari driveshaft yang mungkin terkait dengan keluhan konsumen.

Selain itu NHTSA juga sedang menyelidiki 84.000 kendaraan Subaru Impreza 2002-03 setelah menerima pengaduan pengguna mobil ini yang sering kali kehilangan kendali atas mobilnya terutama diatas kecepatan 80 km perjam.

(syu/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads