Seperti dilansir China Car Times, Rabu (30/3/2011), sumber di dalam Toyota Motors Corp mengungkapkan bahwa Toyota telah menjual teknologi dari generasi ketiga Prius ke China, tepatnya ke raksasa otomotif China, FAW Group.
Namun kedua perusahaan tidak akan mengekspos kesepakatan tersebut dan hanya mengatakan mereka dalam pembicaraan mengenai produksi lokal Prius.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika itu, Toyota berdalih kalau penundaan itu lebih disebabkan karena dukungan pemerintah terhadap mobil ramah lingkungan masih sangat minim, terutama dalam hal pemberian insentif.
Menurut analis industri, kesepakatan itu jika memang terjadi, dilakukan keduanya bukan atas dasar masalah uang, tetapi lebih karena 'ada sesuatu' keuntungan untuk keduanya.
Produsen mobil China selama ini memang selalu disudutkan pemerintah mereka karena dianggap tidak mampu menciptakan inovasi. Nah dengan adanya teknologi ini FAW ingin membuktikan kalau produsen mobil China pun bisa maju kedepan dan diharapkan usaha ini bisa membuat pemerintah China menghargai mereka.
Di sisi lain, Toyota melihat China sebagai pasar kunci. Kerja sama dengan perusahaan lokal diharapkan akan mampu memperlancar ekspansi mereka di tanah para raja ini.
Selain itu ekspansi saingannya seperti Nissan yang sudah siap meluncurkan LEAF dan Shanghai GM yang akan meluncurkan Sail BEV menurut mereka juga patut dibendung sebelum mereka resmi menjajal segmen ini.
Prius generasi ketiga sendiri disokong oleh dapur pacu dual mesin yang memadukan mesin konvensional 1.5 liter dengan motor listrik yang membuatnya jadi lebih efisien dan ramah lingkungan.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ini Dia Wujud Pick Up India yang Sudah Berstiker Koperasi Merah Putih
Agrinas Juga Impor Motor Roda Tiga untuk Kopdes Merah Putih
Muncul Dugaan Indonesia Dijadikan 'Tong Sampah' Pickup India