Jaksa Penuntut Paris Jean-Claude Marin dalam jumpa pers di Paris menuturkan, pihaknya tidak menemukan adanya rekening gelap milik ketiga eksekutif Renault itu di bank Swiss dan Liechtenstein. Padahal rekening itu menjadi kunci bagi Renault untuk menuduh dugaan mata-mata itu.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (15/3/2011) menyusul pernyataan Marin, CEO Renault Carlos Ghosn dan tangan kanannya yakni Chief Operating Officer Patrick Pelata langsung meminta maaf kepada 3 karyawan top Renault yakni Bertrand Rochette, Matthieu Tenenbaum dan Michel Balthazard.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
COO Renault, Pelata pun langsung mengajukan pengunduran diri kepada Ghosn dalam rapat direksi Renault pada Senin malam. Namun Ghosn menolaknya.
Sebelumnya 3 manajer itu diduga membocorkan rahasia mobil listrik Renault. Sementara juru bicara Renault menuturkan penyelidikan terhadap pembocoran rahasia mobil listrik Renault ini dimulai pada akhir Agustus 2010, dan hasilnya merujuk pada 3 manajer tadi.
Namun jaksa gagal membangun kasus mata-mata itu karena kasusnya kurang kuat, apalagi rekening yang diduga menjadi milik 3 manajer tadi tidak ada.
Kasus ini sempat membuat hubungan Prancis dan China agak panas setelah sumber di pemerintah Prancis menemukan kemungkinan kalau informasi mobil listrik itu dicuri oleh China. China pun merasa kecewa padahal penyelidikan belum secara formal dimulai.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?