Gaikindo Harap Gempa Jepang Tak Terlalu Berdampak ke RI

Gaikindo Harap Gempa Jepang Tak Terlalu Berdampak ke RI

- detikOto
Selasa, 15 Mar 2011 11:27 WIB
Gaikindo Harap Gempa Jepang Tak Terlalu Berdampak ke RI
Jakarta - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berharap gempa yang disusul dengan tsunami di Jepang tidak terlalu berdampak pada industri mobil nasional meski sebagian mobil yang berada di Indonesia keluaran Jepang.

"Gaikindo memang saat ini belum mendapatkan laporan dari ATPM yang berada di Jepang. Tetapi kami harapkan ini tidak terlalu berdampak untuk industri otomotif kita," kata Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto, saat dihubungi detikoto, Selasa(15/3/2011).

Jongkie pun mengatakan masih menunggu informasi dari ATPM-ATPM di tanah air.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setahu Gaikindo memang masih ada beberapa komponen yang dikirim dari Jepang. Tapi kami juga tidak mengetahui apakah pabrik tersebut terkena atau tidak," ujar Jongkie.

Hingga Selasa 15 Maret 2011 ini, pabrikan otomotif di Jepang masih tidak beroperasi karena mengutamakan proses penyelamatan karyawan dan memenuhi permintaan pemerintah Jepang untuk menghemat listrik.

Nissan misalnya, akan menghentikan pabrik Tochigi, Iwaki sampai Jumat 18 Maret 2011. Sedangkan pabrik di Oppama, Kyushu, Nissan Shatai, dan Yokohama dihentikan sampai 16 Maret.

Sementara pabrikan Honda akan menghentikan pabrik Sayama, Ogawa, Tochigi, Hamamatsu, Suzuka Factory, dan Kumamoto Factory sampai 20 Maret 2011. Hamamatsu merupakan pabrik pembuat motor sport seperti CBR600RR dan CBR1000RR.

Honda juga akan menutup fasilitasnya di wilayah Tochigi yang terkena kerusakan lebih serius termasuk pabrik Tochigi, Honda R&D Co., Ltd. R&D Center (Tochigi), Honda Engineering Co., Ltd.

Sedangkan Mitsubishi yang memiliki 3 pabrik di Nagoya, prefektur Gifu prefektur, dan prefektur Okayama juga menghentikan produksi sampai 16 Maret meski pabrik Mitsubishi ini tidak mengalami kerusakan.

Jongkie pun menghimbau untuk tetap berdoa agar semua cepat pulih kembali.

"Semoga ATPM-ATPM yang mengirimkan beberapa komponen, memiliki stok hingga satu samapi dua minggu. Apabila seperti itu saya rasa ini tidak akan menjadi masalah untuk pasar otomotif kita," tutup Jongkie.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads