Vice President Director PT Bajaj Auto Indonesia (BAI), Dinesh Kulkarni mengatakan kalau mereka memiliki taktik yang berbeda bila dibandingkan yang lain. Bajaj lebih memilih memperkuat image produk mereka dari pada memaksakan diri membangun pabrik disini.
"Ada dua cara masuk ke suatu negara. Pertama, bangun pabrik dulu, lalu produksi motor. Cara kedua, kenalkan produk terlebih dahulu, baru pikirkan cara untuk bangun pabrik. Bajaj memilih cara kedua," ungkapnya di sela-sela peluncuran Bajaj Pulsar 220 di sirkuit sentul, Selasa (8/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi ini bukan masalah di produksi dimana, tahun berapa, bulan berapa, tapi lebih ke kelayakan bisnisnya," tegas Kulkarni.
Bajaj sebenarnya sudah memiliki pabrik perakitan di kawasan Cikarang, Jawa Barat. Tapi itu hanyalah sebuah pabrik perakitan, sementara seluruh komponennya diimpor langsung dari India. Belum ada komponen Bajaj yang diproduksi di Indonesia.
Sementara untuk target keseluruhan, Bajaj menurut Budi menargetkan angka 30 ribu sampai 40 ribu unit di tahun 2011. Apalagi menurutnya produk-produk Bajaj sudah bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia.
"Di tahun 2010 penjualan kita 16 ribu unit, naik 73 persen dari tahun sebelumnya. Nah di tahun ini kita targetkan untuk naik lagi sampai 100 persen atau antara 30 ribu sampai 40 ribu unit," tandasnya.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi