Bagaimana ya kalau seekor tikus memakan bagian kendaraan kesayangan kita, yang membuat kendaraan kita menjadi rusak, dan harus mengeluarkan uang banyak untuk memperbaikinya.
Seperti nasib sial yang dialami para pemiliki Chevrolet Volt, yang kendaraannya telah disusupi makhluk ini. Seperti dilansir blogs.cars.com, Sabtu (13/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keesokan harinya ketika Volt mau dipakai mobil belum terlalu bermasalah. Namun di saat malam hari muncul lampu peringatan pada mobilnya tersebut, yang memberitahukan beberapa kerusakan pada kendaraannya.
"Saya mendapat peringatan Lampu ABS Service Brake Assist dan Layanan Stabilitrak. Aku membawa tetap pulang, berharap bisa diservis keesokan harinya," ujar David Thomas, editor senior dari Cars.com yang memiliki Volt.
Namun Nasib sial menghinggapi David, ternyata mobil Chevrolet Volt-nya dimasuki oleh tikus dan memakan beberapa bagian dalam mesin yang membuat kendaraannya rusak. Selain itu David harus mengeluarkan kocek sebesar US$ 600Β atau setara dengan Rp 5,4 jutaan.
Wah mahal juga ya, Anda pernah punya pengalaman dengan tikus?
Seorang pembaca detikOto, Denny menuturkan pengalamannya. Mobil miliknya sempat dimasuki tikus di bagian mesin.
Waktu itu Denny menyalakan mesin, tiba-tiba ada suara aneh sebentar, pas mobil melaju, istrinya sempat berteriak ada sesuatu di bawah kolong mobil.
"Dia mengira itu ayam bakar yang jatuh dari kantong plastik, soalnya kami habis membeli ayam bakar. Ternyata setelah saya periksa itu ternyata tikus yang hangus terbakar. Habis itu istri saya agak menghindar dulu memakan ayam bakar untuk beberapa lama," ujarnya terkekeh.
Tikus malang itu rupanya terjerat di kipas mesin mobil, dan begitu mesin dinyalakan, tikus pun menemui ajal. Beruntung bagi Denny, karena si tikus belum sempat menggerogoti mesinnya. (ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!