Tapi di situasi macet seperti Jakarta, efek octane booster itu dipastikan tidak akan terlalu kelihatan.
Hal itu diungkapkan oleh pengamat otomotif Suhari Sargo ketika berbincang dengan detikOto melalui telepon, Selasa (1/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui kadar oktan Premium hanya RON 88, sedangkan Pertamax sudah RON 92 dan Pertamax Plus sudah Ron 95. Dengan menggunakan oktan booster, beberapa kalangan berharap dapat menaikan oktan bensin mereka seperti Premium hingga menjadi seperti Pertamax.
Seperti diketahui, mulai hari ini Pertamina menaikkan harga Pertamax Cs akibat tingginya harga minyak dunia.
Di Jakarta, harga Pertamax Cs naik dari Rp 200-350 per liter hingga membuat harga Pertamax jadi Rp 8.050 per liter, sementara pertamax plus Rp 8.450 per liter.
Kenaikan harga bensin non subsidi secara berkala ini tentu membuat banyak pihak ketar-ketir dan membuat beberapa pihak memutar otak untuk mencari solusi. Octane booster pun dianggap menjadi salah satu solusi praktis.
Apalagi selisih harga bensin non subsidi seperti Pertamax cs dan bensin bersubsidi seperti Premium kini terpaut makin jauh. Pertamax kini harganya sudah mencapai Rp 8.050 per liter sementara Premium masih di jual murah yakni sebesar Rp 4.500 per liter.
"Itu tadi, tergantung pemahamannya. Dulu ketika bensin cuma 1 jenis, saya selalu pakai octane booster, tapi sekarang percuma karena macet. Enggak banyak berpengaruh kalau untuk urusan efisiensi karena kena macet. Tapi memang bisa hemat sedikit," pungkasnya. (syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Sekarang Dijual Rp 16.250/Liter, Ternyata Harga Asli Pertamax Segini
Penjelasan Pertamina soal Harga Pertamax Tiba-tiba Naik 10 Juni
Bikin SIM Digital Nggak sampai 5 Menit, Tanpa Biaya