Bensin Makin Mahal, Masyarakat Berpikir Ulang Beli Mobil

Bensin Makin Mahal, Masyarakat Berpikir Ulang Beli Mobil

- detikOto
Selasa, 01 Feb 2011 11:49 WIB
Bensin Makin Mahal, Masyarakat Berpikir Ulang Beli Mobil
Jakarta - Harga bensin bersubsidi hari ini naik. Dengan kenaikan itu, beban hidup warga dipastikan juga akan ikut naik. Masyarakat pun akan berpikir ulang untuk membeli mobil di saat-saat seperti ini.

"Pengguna kendaraan tidak bisa berbuat apa-apa. Orang yang biasa menggunakan mobil kan pasti tidak mau pakai motor, nah orang yang biasa pakai mobil sekarang mikir lagi buat beli mobil," ujar pengamat otomotif Suhari Sargo ketika berbincang dengan detikOto melalui telepon, Selasa (1/2/2011).

Kenaikan harga BBM non subsidi tidak bisa dihindarkan, karena mengikuti tren kenaikan harga minyak mentah dunia yang makin membumbung terutama setelah gejolak di Mesir. "Kita sekarang memang sudah jadi pengimpor, jadi pasti ikut naik," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karenanya, menurut Suhari, kenaikan harga bensin non subsidi adalah sebuah risiko yang tidak bisa dihindari.

"Hanya saja yang perlu diperhatikan nanti adalah harga kebutuhan pokok lain. Karena naiknya harga bensin kan akan menyebabkan inflasi dan tidak menutup kemungkinan akan menaikan harga bahan pokok lain," paparnya.

Seperti diketahui, mulai hari ini Pertamina menaikkan harga Pertamax Cs akibat tingginya harga minyak dunia.

Di Jakarta, harga Pertamax Cs naik dari Rp 200-350 per liter hingga membuat harga Pertamax jadi Rp 8.050 per liter, sementara pertamax plus Rp 8.450 per liter.

Pertamax yang kini harganya mencapai Rp 8.050 per liter tersebut pun dikhawatirkan bakal ditinggalkan masyarakat yang akan beralih ke Premium yang masih di jual murah yakni sebesar Rp 4.500 per liter.

Tapi masalahnya, kenaikan harga bensin non subsidi ini tentu menjadi hantu yang menakutkan banyak pihak, sebab di bulan April nanti seluruh mobil pribadi berplat hitam sudah tidak boleh membeli bensin bersubsidi seperti Premium dan harus beralih ke Pertamax yang harganya makin menggila ini.

Menanggapi hal itu, pengamat transportasi nasional yang juga mantan Direktur Keselamatan Transportasi Darat, Kementerian Perhubungan, Suripno mengatakan masyarakat di Jakarta seakan-akan dipaksa menggunakan bahan bakar minyak (BBM) lebih mahal.

Dengan pembatasan BBM subsidi itu menurut Suripno sangat menyulitkan pemilik kendaraan roda empat. "Kondisinya akan sulit sekali. Masyarakat akan merasa terbebani," ucapnya.
(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads