F&S: Pabrikan India dan Honda Jazz Hybrid Masuk RI 2011

F&S: Pabrikan India dan Honda Jazz Hybrid Masuk RI 2011

- detikOto
Selasa, 25 Jan 2011 14:55 WIB
F&S: Pabrikan India dan Honda Jazz Hybrid Masuk RI 2011
Jakarta - Pasar otomotif Indonesia di tahun 2011 nampaknya akan semakin ramai. Sebab kabarnya ada produsen mobil India yang ingin menginvasi pasar Indonesia.

Pabrikan mobil asal India itu akan menyusul pabrikan motor India seperti Bajaj dan TVS yang sudah lebih dulu eksis.

"Di tahun 2011 akan ada pemain baru dari India yang akan masuk ke pasar mobil komerial ringan dan mobil penumpang," ujar Wakil Presiden Asia Pasifik bidang Otomotif dan Transportasi dari Frost & Sullivan (F&S) , Vivek Vaidya di Hotel Intercontinental Mid-Plaza, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (25/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi saya tidak bisa sebutkan, karena tidak dalam posisi itu," tandasnya.

"Tenang, lagi dijemput sama Presiden SBY," timpal Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto di tempat yang sama.

Bisa jadi pabrikan India yang dimaksud oleh Vaidya adalah Tata Motors yang memiliki mobil termurah sejagat, Tata Nano. Soalnya Kepala BKPM Gita Wirjawan sempat menuturkan kabar masuknya pabrikan India tersebut.

Sebab Tata Motors sejak beberapa tahun belakangan memang telah rajin datang ke Indonesia dan telah mengaku pula sedang mencari rekan bisnis mereka disini.

Selain membocorkan akan adanya pabrikan mobil India yang akan masuk Indonesia, Vaidya juga mengungkapkan kalau Honda akan memasukkan Jazz Hybrid yang merupakan mobil hibrida termurah di Jepang.

Mobil ini hanya berharga 1,59 juta yen (sekitar Rp 172 juta) di Jepang dan memiliki motor listrik yang sama dengan motor hybrid pada Honda Insight dan CR-Z. Begitu pula mesin bensinnya tetap menggunakan 1.3 liter i-VTEC seperti Insight dengan konsumsi bensin hanya 4,4 liter untuk 100 km. Sementara untuk kandungan emisi CO2 sebesar 104 g/km sesuai hasil tes Honda.

"Honda kemungkinan akan mengeluarkan Jazz hybrid di tahun 2011 ini," ungkap Vaidya tanpa merinci pernyataannya.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads