"Kami agak khawatir akan kenaikkan pajak, seperti pajak progresif yang sudah diputuskan kemarin," kata Coporate Communications Director BMW Indonesia Helena Abidin saat ditemui detikOto di Jakarta akhir pekan lalu.
Namun Helena yakin, dampak dari penerapan pajak ini hanya akan berlangsung sementara. "Tapi saya yakin ini seperti pada tahun-tahun sebelumnya, hanya akan berdampak pada awalnya saja dan lama kelamaan pasti akan kembali normal kembali, kata Helena yang juga menuturkan masih terlalu dini untuk menghitung dampak dari penerapan pajak ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kalau seandainya saja pajak itu tidak terlalu tinggi pasti akan berdampak baik untuk segala bidang, yah salah satunya bidang ekonomi dan lain-lainnya," ujarnya.
Wanita murah senyum ini berharap pemerintah lebih merealisasaikan akan hasil pajak yang telah dipungut oleh pemerintah.
"Menurut saya pajak itu tidak harus naik setiap tahunnya kok, dan semoga saja pemerintah merealisasikan akan hasil pajak yang telah dipungut selama ini, seperti fasilitas-fasilitas di Indonesia harus lebih diperbagus lagi," harapnya.
Coporate Communication Director ini juga mencoba menunjukkan bahwa penjualan BMW tidak akan mengalami penurunan karena pajak pada semester awal ini.
"Kami akan menaikkan target penjualan kami hingga mencapai double digit utnuk tahun ini. Selain itu kami akan mengeluarkan delapan model baru dengan dua engine varian," ujarnya.
Seputar Pajak Progresif:
- Bagaimana Menghitung Pajak Progresif?
- Pajak Progresf Pemilik Mobil Sewa KTP Orang Lain
- Pajak Progresif Ajari Warga Berbuat Jahat











































Komentar Terbanyak
Pertalite Mau Dibatasi, Kategori Ini Bakal Nggak Bisa Beli Lagi
Guru ASN Gugat Aturan Telat Perpanjang SIM Harus Bikin Baru
Prabowo Bakal Resmikan Motor Listrik Nasional, Ini Bocorannya