"Saya menyewa KTP orang lain yang tidak punya mobil. Tentunya biar memudahkan saya sewa saja KTP tetangga yang dekat rumah," ujar pemilik mobil yang tidak mau disebutkan namanya ini ketika ditemui detikOto, Kamis (13/1/2011).
Pengusaha rental mobil merupakan salah satu pihak yang paling terpukul dengan mulai berlakunya pajak progresif, pajak berganda untuk kepemilikan mobil lebih dari satu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mengetahui kenaikan pajak progresif dan itu terasa berat, karena mobil keempat itu kena 4%. Saya memiliki 10 mobil. Tapi saya bisa apa. Kalau seandainya harga mobil saya Rp 100 juta berarti saya harus membayar pajak mobil ke 4 dan seterus sebesar Rp 4 juta, padahal tahun lalu saya membayar pajak untuk mobil-mobil saya hanya Rp 1,4 juta sekarang sepertinya saya harus membayar lebih dari itu," ujar Samsul ketika ditemui detikOto di salah satu Samsat di Jakarta, Kamis (13/1/2011).
Samsul menuturkan dirinya tahun ini harus membayar kenaikan pajak sebesar 100% lebih. "Tetapi yang lebih saya sayangkan, saya tidak mendapatkan hitungan yang jelas, selain itu masih ada beberapa petugas yang masih ingin berbuat jahil, karena melihat saya membayar pajak cukup banyak 10 kendaraan," ujarnya.
Samsul pun pesimistis pajak progresif ini bisa mengatasi kemacetan. "Kalau seandainya pemerintah bilang ini untuk mengurangi kemacetan dan agar masyarakat menggunakan angkutan umum, menurut saya itu omong kosong," ujarnya.
Samsul menuturkan kalau pajak diterapkan tapi transportasi tidak diperbaiki hal itu akan sia-sia.
"Jika ada transportasi yang baik seperti kendaraan umum, semua masyarakat akan beralih sendiri tanpa harus dipaksa. Sedangkan bagi yang memiliki uang untuk membayar pajak, pasti mereka akan lebih baik membayar. Cobalah kita tengok luar negeri, banyak kok dari mereka yang menggunakan angkutan umum, karena di sana memang memiliki fasilitas yang baik," ujarnya.
Namun ada juga masyarakat yang menyambut baik. "Kalau ada pajak progresif malah bagus. Siapa tahu dengan adanya pajak ini, yang mempunyai kendaraan lebih dari satu untuk berpikir ulang. Mudah-mudahan saja bisa mengurangi kemacetan," ujar Emba Pasorung.
(ddn/ddn)











































Komentar Terbanyak
Pertalite Mau Dibatasi, Kategori Ini Bakal Nggak Bisa Beli Lagi
Guru ASN Gugat Aturan Telat Perpanjang SIM Harus Bikin Baru
Prabowo Bakal Resmikan Motor Listrik Nasional, Ini Bocorannya