Padahal seperti dilansir Japan Today, Selasa (18/1/2011) Nissan telah menerima 6.000 order LEAF yang harus ditepati pada Maret 2011 nanti.
Ketelatan ini menurut terjadi karena Nissan harus melakukan produksi LEAF yang ketat. Namun meski begitu Nissan membantah telah terjadinya delay dalam pengiriman mobil yang sudah dipesan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
LEAF tidak mengalir deras seperti diperkirakan sebelumnya sejak resmi meluncur pada 20 Desember 2010 lalu. Lamanya prosedur untuk mendapatkan subsidi dari pemerintah Jepang pun memperlambat pengiriman mobil listrik ini.
Harga LEAF di Jepang tidak jauh berbeda saat pertama kali dikenalkan di publik beberapa waktu lalu. Di Jepang, LEAF hanya dijual sekitar Rp 319 juta.
Harusnya LEAF di Jepang dijual seharga Rp 403 juta, namun berkat insentif dari pemerintah Jepang, mobil yang benar-benar 100 persen hanya menggunakan tenaga dari baterai listrik ini bisa lebih terjangkau. Selain itu LEAF juga mendapat potongan pajak lainnnya seperti bea balik nama.
Seperti dikutip situs resmi Nissan, LEAF sekali ngecas baterainya bisa melaju hingga 200 km.
Untuk mengatasi kekhawatiran baterai habis di jalan, Nissan telah memasang tempat pengisian baterai di 2.200 diler di Jepang. Selain itu tempat pengisian cepat juga disediakan di 200 diler.Β Dengan pengisian cepat untuk mencapai kapasitas baterai 80 persen hanya butuh 30 menit saja.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Bengkel Belum Ada, Kok BGN Nekat Beli 25 Ribu Unit Motor MBG?
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?
Dealer Mobil Jepang Berguguran di RI, Menperin Wanti-wanti Begini