BBM Dibatasi, Perusahaan Sediakan Mobil untuk Karyawan

BBM Dibatasi, Perusahaan Sediakan Mobil untuk Karyawan

- detikOto
Senin, 10 Jan 2011 17:30 WIB
BBM Dibatasi, Perusahaan Sediakan Mobil untuk Karyawan
Jakarta - Untuk mengurangi kebutuhan mobilitas yang makin mahal karena pembatasan BBM subsidi diperkirakan akan banyak perusahaan yang melakukan pembelian mobil untuk kendaraan operasionalnya.

Perusahaan bakal banyak yang menyediakan transportasi bagi karyawannya.

"Ini untuk mengurangi dampak negatif pembatasan pemakaian BBM terhadap karyawannya akan banyak perusahaan melakukan pembelian untuk kendaraan operasional, dalam hal ini Toyota memiliki mobil andalan untuk pasar korporasi seperti Avanza dan Innova," ujar Presdir PT Toyota-Astra Motor Johnny Darmawan, di Jakarta, Senin (10/1/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Johnny menuturkan dengan melihat pengalaman sebelumnya ketika ada kebijakan soal BBM, dampaknya terhadap penjualan otomotif memang sangat terasa namun hal itu hanya sementara.

"Saat pertumbuhan perekonomian meningkat, penjualan otomotif kembali naik. Itulah yang terjadi dalam dua tahun terakhir, dimana penjualan otomotif mampu mencapai angka tertinggi secara berturut-turut. Faktor utama yang menentukan pertumbuhan pasar otomotif selama ini adalah peningkatan daya beli masyarakat," ujar Johnny.

Johnny mengingatkan agar pemerintah benar-benar melakukan persiapan matang untuk menerapkan kebijakan pemakaian BBM tersebut. Jangan sampai keinginan mengurangi beban subsidi pada anggaran pemerintah malah membawa dampak kontraproduktif terhadap perekonomian secara keseluruhan.

"Hitung-hitungannya dan pengawasannya harus benar-benar ditutup agar tidak menjadi kontraproduktif bagi perekonomian secara umum," imbuhnya.

Johnny juga menegaskan dalam beberapa tahun terakhir industri otomotif telah menempati posisi yang semakin strategis baik dalam memberikan kontirbusi terhadap pertumbuhan ekonomi maupun pada penerimaan pemerintah dari pajak, mulai untuk pemerintah pusat sampai untuk pemerintah daerah.

"Jika pemerintah tidak hati-hati memperhitungkan formulasi kebijakan, bisa-bisa kinerja industri otomotif sebagai salah satu lokomotif pertumbuhan ekonomi dan kontributor penerimaan pajak bagi pemerintah akan anjlok. Dan dampaknya juga akan terasa secara luas termasuk bagi lapangan kerja," ujarnya yakin.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads