"Kalau ada semacam ini (usulan menjual harga Premium Non Subsidi) sebetulnya sih kita bisa saja. Tapi nanti kan harus ada pengawasan lebih untuk memilahnya, jadinya kita harus memilah lagi pengawasan untuk yang disubsidi dan non subsidi. Ini memang perlu kajian dan Pertamina di sini hanya sebagai operator untuk melaksanakan ini," kata VP Corporate Communication Pertamina, Mochammad Harun di Jakarta, Selasa (4/1/2011).
Harun mengatakan, Pertamina selaku operator hanya menjalankan kebijakan pemerintah. Sehingga hal ini lebih baik ditanggapi oleh Pemerintah langsung. "Buat kita sebetulnya semakin banyak variasi bahan bakar maka akan semakin rumit sebetulnya. Seperti yang saya bilang tadi akan ada pengawasan lagi yang lebih," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ang/ddn)












































Komentar Terbanyak
BBM Shell Kosong, Bahlil: Negara Nggak Cuma Ngurus 1 Kelompok!
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge
Sindir Mobil Gubernur Rp 8 M, Prabowo: Mobil Presiden Saja Rp 700 Juta