pemerintah mereka. Dana Rp 4,5 triliun pun disiapkan untuk mendirikan sebuah perusahaan baru yang akan menjadi perusahaan mobil nasional pertama Arab Saudi.
Seperti detikOto kutip dari Reuters, Senin (27/12/2010), untuk proyek mobil
nasional pertama ini negara kaya minyak itu sudah menyiapkan dana hingga US$ 500 juta atau sekitar Rp 4,5 triliun.
Dengan dana sebesar itu mereka berharap bisa mendapat sebuah mobil prototipe yang dapat diproduksi massal dalam dua tahun kedepan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itu, Universitas King Saud pun membuat kesepakatan dengan perusahaan mobil Korea untuk membangun perusahaan mobil baru. Nantinya 15 persen dari pembiayaan pembangunan perusahaan baru itu akan dibebankan ke universitas, 30 persennya akan ditanggung perusahaan Korea dan sisanya akan ditawarkan kepada investor.
Dengan begitu, dalam dua tahun ke depan akan lahir prototipe mobil dengan harga terjangkau yang akan bisa diproduksi massal dan dipasarkan. Othman juga berharap Arab bisa mengekspor mobil ini ke luar negeri. Negara teluk mungkin akan jadi yang pertama, kemudian baru negara-negara di Afrika Utara.
Langkah yang dilakukan Arab Saudi ini patut dicontoh. Sebab meski kini sudah sangat kaya dari hasil bumi, khususnya minyak, langkah Arab membuat perusahaan mobil bisa dilihat sebagai usaha negara ini untuk mendapatkan penghasilan di luar minyak.
Sebelumnya, tim dari Universitas King Saud yang berada di Riyadh, Arab Saudi pernah memperlihatkan mobil hasil rancangan mereka di Geneva Auto Show pada bulan Maret 2010 dengan nama Gazal-1 yang sangat mirip dengan Mercedes-Benz G Class.
Mobil berbentuk Sport Utility Vehicle (SUV) yang mampu merambah segala medan ini memiliki dimensi panjang 4,8 meter dan lebar 1,9 meter dengan penggerak empat roda (four wheel drive) yang diklaim tangguh menggilas ganasnya medan Timur Tengah.
Raja Abdullah Bin Abdul Aziz pun sudah menyalakan lampu hijau untuk
mobil nasional pertama mereka itu.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Minta Potongan Ojol di Bawah 10%: Kalau Tak Mau, Jangan Usaha di RI
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Pelajaran dari Oknum TNI Lawan Arah, Ngamuk Gebrak Ambulans