Mini Mungil Penghibur Gadis Muda

Mini Mungil Penghibur Gadis Muda

- detikOto
Senin, 20 Des 2010 15:53 WIB
Mini Mungil Penghibur Gadis Muda
Jakarta - Ukuran 'normal' sebuah Mini sejak dahulu selalu lebih mungil dibanding mobil dari merek lain. Tapi apa jadinya bila mobil mungil itu kemudian diperkecil lagi?

Alasannya pun cukup unik, Lester Atherfold yang memiliki mobil ini memang
sengaja memperkecil Mini 850 lansiran tahun 1964 dari ukuran normalnya yang memiliki panjang 3 meter menjadi hanya 2,2 meter saja.

Usaha itu dilakukan pria Selandia baru tersebut agar mobil Mini miliknya itu
bisa masuk ke 'garasi super mungil' di karavan yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mini adalah satu-satunya mobil di dunia yang bisa masuk ke karavan, yang lain terlalu besar dan tinggi," ungkap pria berusia 67 tahun itu seperti detikOto kutip dari Daily Mail, Senin (20/12/2010).

"Mobil itu memberikan kita kebebasan ketika kita pergi berlibur dengan karavan kita. Hal ini memungkinkan kita untuk melihat dan melakukan hal-hal yang tidak akan bisa dilakukan jika kita hanya memiliki sebuah karavan saja," tambahnya.

Atherfold sendiri mendapatkan mobil ini pada tahun 1988 silam dengan harga hanya 203 Poundsterling atau sekitar Rp 2,8 jutaan bila dikonversi saat ini. Setelah mendapatkan mobil itu, Atherfold segera menghabiskan waktu selama 3 bulan untuk merombak mobil warisan Inggris tersebut menjadi 'Mini mini'.

"Orang sering tertawa di mobil ini, terutama gadis-gadis muda untuk beberapa alasan. Mobil itu membuat orang bahagia, membawa senyum ke wajah orang," tandasnya.

Mesin 1.100 cc yang digendong mobil berbobot 600 kg ini tetap dapat membuat Mini mini melaju sampai 120 km perjam.

"Tidak ada mobil lain di dunia yang cocok untuk ditaruh di bawah tempat tidur Anda dan menyelinap masuk ke ruang parkir terkecil," imbuhnya.

Karena itulah tidak mengherankan bila mobil ini menurut Atherfold sudah sering kali ditawar oleh beberapa orang meski dia mengaku sama sekali belum berniat menjualnya.

"Seringkali ada catatan di jendela yang bertanya apakah saya menjualnya, tapi saya, tapi saya tidak pernah untuk menjualnya. Bagi saya itu tak ternilai, itu milik karavan," ungkap Atherfold seraya mengatakan ingin membawa mobil ini ke tanah kelahirannya, Inggris suatu saat kelak.

"Saya belum pernah ke Inggris, tapi saya berharap dapat pergi ke sana suatu
hari," pungkasnya.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads