Pertamina pun menyiapkan oli berteknologi tinggi yang khusus untuk mobil-mobil mewah. Salah satunya yakni Pertamina Fastron Gold 5W-30 API SN yang akan diluncurkan Januari 2011 mendatang. Pertamina Fastron Gold 5W-30 API SN akan dijual di atas Rp 125 ribu per liternya.
Oli tersebut diklaim Pertamina untuk memenuhi kebutuhan mobil premium seperti Mercedes-Benz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertamina sendiri menargetkan penjualan pelumas sebanyak 55-60 persen dari volume penjualan pelumas di Indonesia yang sebesar 700 ribu liter.
"Indonesia menjadi negara yang potensial untuk penjualan pelumas. Volume penjualan oli sebanyak 700 ribu metrikton di Indonesia. Pertamina sendiri sudah menguasai 55-60 persen atau sekitar 400 ribu liter hingga November 201," katanya.
Pertamina berencana bekerjasama dengan produsen mobil premium di Indonesia untuk memasarkan Fastron Gold. Hingga kini sudah 2 produsen mobil premium yang bersedia bekerja sama dengan Pertamina.
"Sudah ada 2 produsen yang approval yakni BMW dan Mercedes-Benz. Kita Akan memasukkan 20-30 ton tahun depan sebanyak 30 ribu liter," tandasnya.
Ia juga menuturkan dengan Pertamina Fastron Gold itu dapat memberikan kepuasan pengguna mobil premium di Indonesia dan juga mengangkat kepercayaan mereka.
"Ini mengangkat kepercayaan konsumen. Terlebih kita sudah ekspor pelumas ke Jepang, Australia, China, Singapura, Vietnam, Kamboja," tegas Djaelani.
Fastron Gold pun akan menjadi pelumas yang digunakan dalam balapan Mercedes-Benz C-Class Touring Championship seri kedua yang akan digelar akhir pekan ini.
Antusias pembalap untuk mengikuti ajang tersebut meningkat. Terbukti ada 32 pembalap yang sebelumnya sebanyak 21 pembalap dalam ajang ini.
Pembalap nasional seperti Ananda Mikola, Moreno Suparto dan ayahnya, Tinton Suprapto akan hadir dan meramaikan balap seri ke-2 Mercedes-Benz C-Class Touring Champinship kali ini.
Tidak hanya mereka, anak mantan presiden Indonesia, Soeharto yakni Tommy Soeharto turut hadir dan meramaikan ajang CCTC yang akan melahap 12 lap sirkuit Sentul.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas