Fandy 'Doyan Barang Tua'

Fandy 'Doyan Barang Tua'

- detikOto
Selasa, 23 Nov 2010 17:22 WIB
Fandy Doyan Barang Tua
Jakarta - Mencintai barang tua bukan berarti umur tidak muda. Itu hanya berbicara soal selera. Seperti Fandy Liong, pria kelahiran 15 Desember 1985 satu ini. Yang ada di otaknya hanya barang-barang tua yang dijadikan media untuk menyalurkan jiwa seninya.

Salah satunya pada motor jadul Honda CB 200 1976. Motor jadul itu menjadi ide liar Fandy ketika hendak menyalurkan jiwa kreatifnya. Selanjutnya seperti apa jiwa seni Fandy motor jadulnya. Mari kita ulas.

"Awalnya emang suka barang-barang tua yang selanjutnya dimodifikasi menjadi barang yang berguna," kata Fandy kepada detikOto, Selasa (23/11/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Motor pun disiapkan. Sebagai langkah awal, pria yang menetap di kota Mobagu, 200 kilometer dari Manado itu memiliki ide untuk tidak melucuti Honda CB 200 1976. Fandy hanya merombak casis yang selanjutnya dibangun ulang.

"Keseluruhannya custom, kecuali mesin yang gwe pertahankan," ungkapnya.

Untuk itu, casis pun ditetapkan menggunakan pipa baja berukuran 1,5 inci yang dikonsep mengikuti Retro Racer atau biasi disebut Old Boardtrakcer.

Selanjutnya, pria yang mengidolakan modifikator handal billy lane itu membuat casis hingga bodi sedetil mungkin untuk menojolkan sisi seni Retro Racer. Simak saja, tangki bensin yang dibuat seretro mungkin hingga kebelakang.

Belum lagi perpaduan suspensi handmade springer dengan pipa baja 3/4 inci untuk depan dan rear suspensi aftermaarket. Belum cukup disitu, juga Fandy menempatkan tail lamp yang dibuatnya sendiri.

"Perpaduan tidak tergolong sulit. Keseluruhan gwe kerjakan dengan mudah," ucapnya.

Untuk kemanan, pria berambut gimbal itu 'mencuri' rem tromol khas motor vespa yang didisain ulang untuk menyesuaikan bodi yang sudah gahar. Dan untuk lampu sein, Fandy cukup menggunakan lampu sepeda ontel agar menyesuaikan konsepnya.

"Lampu sein gwe pakai lampu sepeda ontel. Untuk menyesuaikan konsep retro," tambahnya. Untuk mesinnya, Fandy mengklaim masih sangat kuat dan tangguh dan mudah dinyalakan. "Mesin sudah turing 1.500 kilometer ke gorontalo bolak-balik dan turing 1.000 kilometer di Sulawesi Utara," tutupnya.

Dari keseluruhan idenya, Fandy tidak banyak mengeluarkan dana. Cukup 28 juta dengan lama pengerjaan 18 bulan yang tergolong lama.

(ikh/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads