BMW Indonesia Masih Menunggu Keputusan Recall

BMW Indonesia Masih Menunggu Keputusan Recall

- detikOto
Senin, 04 Okt 2010 18:11 WIB
BMW Indonesia Masih Menunggu Keputusan Recall
Jakarta - BMW sudah mencatat rekor penarikan kembali terbesar dalam sejarahnya. Total ada 350.000 unit lebih BMW yang ditarik di dunia. Namun, PT BMW Indonesia mengatakan, masih mengecek apakah model BMW di Indonesia terkena recall atau tidak.

Hal tersebut disampaikan Corporate Communication Director PT BMW Indonesia, Helena Abidin kepada detikOto, Senin (4/10/2010).

Helena mengatakan, kalau service campaign terkait dengan recall mobil-mobil BMW tersebut hanya terjadi di Amerika Utara, dan belum ada konfirmasi kalau model-model yang dipasarkan di Indonesia bakal turut terkena dampak recall tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sedang mengecek ke pusat (BMW AG di Jerman), apakah ada unit di Indonesia yang masuk dalam service campaign," ujarnya.

Namun, Helena tidak menjelaskan lebih lanjut apa yang bakal dilakukan oleh BMW Indonesia, seandainya ada informasi dari BMW pusat kalau unit di Indonesia juga terkena dampak penarikan kembali.

Di Amerika produsen mobil mewah asal Jerman, BMW menarik (recall) ratusan ribu mobil BMW seri 5,6 dan 7 yang menggunakan mesin V8 dan V12 buatan tahun 2002-2010. Tapi tenyata recall itu tidak hanya berlaku di Amerika Utara saja, melainkan untuk mobil BMW seri 5,6 dan 7 di seluruh dunia.

Secara total, ada sekitar 345.000 unit mobil BMW yang akan ditarik, hampir 200 ribu di antaranya ada di wilayah Amerika. Pada beberapa mobil, minyak rem bocor dan tumpah ke bagian hidrolik, kebocoran ini mengurangi daya pengereman, meski sistem remnya masih bekerja.

Mobil-mobil BMW yang direcall adalah :
- 2002-2008 BMW 745i/Li, BMW 750i/Li, dan BMW 760i/Li
- 2007-2008 BMW Alpina B7
- 2004-2010 BMW 645i dan BMW 650i
- 2004-2010 BMW 545i dan BMW 550i

Selain itu ada ribuan mobil Rolls-Royce (merek mobil milik BMW) Phantom yang ditarik karena masalah yang sama.

(bgj/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads