"Belum, akan kita putuskan. Kita mencari waktu yang tepat, sosialisasi cukup baik dan diskusi terus berkembang dan saya mencermati feedback yang masuk itu mendukung pembatasan dilakukan karena tidak tepat sasaran," ujarnya saat ditemui di Kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (27/9/2010).
Namun, Hatta menegaskan pembatasan BBM akan tetap dijalankan. Jika tidak, akan terjadi pembengkakan penggunaan BBM bersubsidi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hatta menegaskan untuk pembatasan BBM tersebut, pihaknya memperketat instansi yang benar-benar patut mendapatkan BBM bersubsidi. "Tentu saja dan ke depan itu, yang tidak pas, tidak menggunakan. Yang pas itu angkutan publik, nelayan, roda dua," jelasnya.
Untuk itu, lanjut Hatta dibutuhkan persiapan dari Pertamina mengenai tangki-tangki tambahan untuk Pertamax. Hal inilah yang belum selesai disiapkan Pertamina.
Namun PT Pertamina (Persero) mengaku siap untuk menjalankan kebijakan pemerintah untuk menerapkan pembatasan BBM bersubsidi di SPBU-SPBU miliknya. Saat ini Pertamina tinggal menunggu keputusan dari pemerintah.
"Itu ada di pemerintah, kan kemarin di DPR dibuka peluang untuk buka kuota sepanjang nilai subsidinya tidak bertambah dari yang sudah ditetapkan. Sekarang kita tunggu dari pemerintah seperti apa," ujar Corporate Communications Pertamina, Mochamad Harun.
Menurut Harun, dalam kebijakan pembatasan BBM bersubsidi, Pertamina hanya berlaku sebagai operator yang melaksanakan tugas dari pemerintah. Bahkan saat ini Pertamina fokus untuk memperbanyak distribusi BBM non subsidi.
Baru 30 Persen SPBU Jual Pertamax
Sampai saat ini, ternyata baru 30% SPBU Pertamina yang menjual BBM non subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Plus.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) akan memperbanyak jumlah SPBU yang menjual BBM non subsidi untuk mendukung program pembatasan konsumsi BBM subsidi.
"Sekarang baru 30% SPBU yang jual BBM Non Subsidi.Takutnya kalau itu dibatasi, nanti malah kurang. Jadi makanya untuk mengantisipasi itu, SPBU ditata kembali, dan yang sudah ada diperbanyak jumlahnya, yang belum ada dikasih BBM non subsidi, supaya tidak ada antrean," ujarnyaΒ Anggota Komite BPH Migas Adi Subagyo.
(dnl/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Insentif Kendaraan Listrik Molor lagi, Ini Alasan Menkeu Purbaya
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun