Proton Enggan Jual Lotus

Proton Enggan Jual Lotus

- detikOto
Kamis, 23 Sep 2010 19:15 WIB
Proton Enggan Jual Lotus
Kuala Lumpur - Pabrikan mobil Inggris, Lotus saat ini dimiliki oleh Proton. Produsen mobil Malaysia ini pun berjanji tidak akan menjual Lotus meski Lotus terus dalam kondisi merugi hingga 2015 nanti.

Dan untuk mengantisipasi kerugian yang terus mereka alami, Proton pun langsung membuat strategi. Pada bulan Juni, Proton meluncurkan cetak biru untuk melakukan transformasi selama lima tahun pada Lotus, termasuk tim manajemen baru dan rencana ambisius untuk meluncurkan model baru serta meningkatkan angka produksi.

"Ini tanggung jawab kita kepada setiap bagian dalam kelompok," kata chairman Proton Mohamad Nadzmi Mohamad Salleh setelah rapat umum tahunan perusahaan seperti detikOto kutip dari AFP, Kamis (23/9/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan menajemen baru, lanjut Mohamad Nadzmi, Proton pun diharapkan akan memiliki prospek yang lebih baik di perusahaan mobil Inggris yang mereka miliki ini. Proton pun menurutnya juga akan mendapat banyak keuntungan dengan memiliki Lotus, antara lain dari reputasi yang dimiliki Lotus hingga capability para engineer Lotus dalam merekayasa sebuah produk.

"Dengan memiliki dua manfaat tadi, itu akan memperkuat posisi kita di industri otomotif. Tidak ada maksud untuk membuang Lotus," tegasnya.

Proton tetap yakin dengan masa depan Lotus. Produsen Malaysia tersebut baru-baru ini bahkan sudah membuat kemitraan baru dengan Lotus untuk membuat sebuah mobil kecil yang akan mereka pasarkan di Asia dan Timur Tengah.

Padahal dalam kesempatan merestrukturisasi Lotus di tahun 2007 hutang Proton telah dihapus hingga 16,5 juta Poundsterling yang mengakibatkan Lotus harus melakukan rekapitalisasi.

"Kami percaya bahwa kami harus memberikan kesempatan kepada manajemen untuk membuktikan sendiri," kata Managing Director Proton Syed Zainal Abidin Syed Mohamad Tahir.

Proton sendiri pertama kali dibentuk pada tahun 1983 oleh Mahathir Mohamad sebagai bagian dari rencana ambisius industrialisasi nasional Malaysia. Meski harus mendapat cemoohan dan menderita dari reputasi karena model produknya yang tidak bisa dikatakan baik serta memiliki kualitas yang buruk, Proton tetap bertahan.

Hasilnya pun sedikit demi sedikit mulai terasa. Laba bersih Proton untuk tiga bulan hingga Agustus lalu ternyata mampu melonjak hingga 55,13 persen menjadi 84,7 juta ringgit (27.080.000 dolar) yang diakibatkan karena naiknya angka penjualan kendaraan dan margin keuntungan yang meningkat.

Sementara urusan Proton dengan Lotus dimulai sejak Oktober 1996 saat Proton memiliki saham di Lotus. Tapi hingga kini produsen Jiran itu ternyata masih belum mampu membawa produsen Inggris tadi kembali ke masa kejayaannya.
(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads