Pembatasan BBM Subsidi, Siapa Yang Mengawasi?

Pembatasan BBM Subsidi, Siapa Yang Mengawasi?

- detikOto
Jumat, 17 Sep 2010 17:08 WIB
Pembatasan BBM Subsidi, Siapa Yang Mengawasi?
Jakarta - Pada akhir bulan September 2010 mendatang pemerintah berencana akan melakukan pembatasan penggunaan Premium untuk kendaraan roda empat yang diproduksi tahun 2005 ke atas. Namun siapakah yang akan mengawasi kebijakan ini?

Pemerintah berniat membatasi penggunaan Premium pada mobil tahun 2005 ke atas agar penyimpangan subsidi bisa ditekan dan hanya menyentuh mereka yang memang benar-benar membutuhkannya, bukan masyarakat mampu yang sanggup membeli mobil.

"Kita di industri mobil mendukung hal ini, tapi coba pikirkan dulu siapa yang akan menjadi pengawasnya?" tanya Presdir Indomobil Group Gunadi Sindhuwinata, Jumat (17/9/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal itu menurut Gunadi harus dipikirkan terlebih dahulu oleh pemerintah. Sebab membedakan tahun pembuatan mobil secara kasat mata dirasa cukup sulit, kecuali setiap beli bensin kita dipaksa harus mengeluarkan STNK terlebih dahulu.

"Bagaimana cara membedakannya dan siapa yang akan menjadi pengawas. Pihak SPBU-kah, Pertamina-kah, BP Migas-kah atau dari pemerintah langsung," ujarnya.

"Misalnya saja kita mengharuskan mobil yang 2005 ke atas pakai stiker misalnya, memang ada jaminan mereka tidak bisa membeli Premium. SPBU itu kan penjual bensin, kalau lagi sepi siapa pun yang beli pasti dikasih," tandasnya.

Meski begitu Gunadi mendukung penuh niat mulia yang ingin dijalakan pemerintah ini. Gunadi beranggapan dengan menggunakan Pertamax konsumen sebenarnya lebih diuntungkan karena mesin mereka berkinerja bagus.

"Karena Pertamax itu oktannya lebih tinggi dari Premium. Dengan begitu kerja mesin jadi lebih optimal. Kalau kerja mesin optimal, efeknya mobil jadi lebih irit. Kalau sudah irit, kita bisa menghemat uang kan," ujarnya.

Tak Halangi Penjualan Mobil

Meski BBM dibatasi, namun penjualan mobil di Indonesia diyakini malah akan meningkat.

Dengan diberlakukannya kebijakan pemerintah ini, permintaan mobil seperti yang ditakutkan banyak pihak tidak akan terjadi. Menurutnya dengan kebijakan ini permintaan mobil khususnya malah akan meningkat.

"Permintaan mobil tidak akan turun, malah menurut saya akan naik. Karena kalau kebijakan ini diberlakukan berarti masyarakat disuruh pakai bahan bakar yang lebih mahal. Ketika itu terjadi, konsumen akan lebih selektif memilih mobil yang irit dan bandel, saya yakin penjualan Daihatsu akan meningkat," ujar Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra kepada detikOto, Jumat (17/9/2010).

Amelia mengatakan dengan pembatasan Premium, masyarakat sebenarnya jadi mendapat bahan bakar yang memiliki kualitas bagus. Apalagi spesifikasi yang ada di mobil-mobil 2005 ke atas juga sudah bisa mengadopsi bensin beroktan tinggi.

"Harusnya kita malah melihatnya sebagai pelajaran. Kalau pakai Premium yang oktannya rendah saja mobil kita sudah punya kinerja baik, apalagi pakai Pertamax yang oktannya tinggi. Pasti lebih baik lagi," imbuh Amelia.

Sementara Indomobil yang memegang merek mobil Suzuki, Nissan, Volvo, Volkswagen, Renault, Audi dan Chery juga melihat hal yang sama. Masyarakat tidak perlu khawatir dengan pembatasan ini.

"Karena Pertamax itu oktannya lebih tinggi dari Premium. Dengan begitu kerja mesin jadi lebih optimal. Kalau kerja mesin optimal, efeknya mobil jadi lebih irit," tandas Gunadi Sindhuwinata.

Saat ini Pertamax dengan Premium sebenarnya memiliki harga yang tidak terlalu jauh. Pertamax terkesan jauh lebih mahal karena Premium saat ini masih di subsidi dan subsidi itu dianggap menyimpang dan tidak tepat sasaran.

Bantuan subsidi itulah yang menurut Gunadi membentuk mindset masyarakat bahwa Premium itu murah, padahal kalau subsidi itu dicabut, selisih Premium dan Pertamax akan sedikit sekali.

"Jangan sampai karena kita egois masih pakai premium negara malah merugi atau malah mencabut subsidi itu sepenuhnya, kasian kan pengguna kendaraan yang tidak mampu yang sebenarnya lebih butuh subsidi itu," pungkas Gunadi.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads