AS Tidak Temukan Cacat di Sistem Elektronik Mobil Toyota

AS Tidak Temukan Cacat di Sistem Elektronik Mobil Toyota

- detikOto
Rabu, 11 Agu 2010 09:19 WIB
AS Tidak Temukan Cacat di Sistem Elektronik Mobil Toyota
Washington - Setelah sekian lama menjadi bulan-bulanan otoritas di AS menyusul recall besar-besaran, produsen mobil Jepang Toyota boleh lega.

Hasil penyelidikan awal pemerintah AS terhadap Toyota ditemukan bahwa tidak ada masalah pada sistem elektronik yang mengatur pedal gas atau sistem lainnya di mobil Toyota.

Seperti dikutip Reuters, Rabu (11/8/2010) Departemen Transportasi AS melaporkan hasil itu ke Kongres AS, Selasa 10 Agustus 2010 waktu Washington AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan adanya hasil investigasi itu, kini tudingan pun mengarah pada kesalahan individu atau pengemudi alias human error yang mengakibatkan kecelakaan .

National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), badan yang mengawasi lalu lintas dan keamanan di jalan AS telah memeriksa sekitar 58 kotak hitam atau event data recorder (EDR) di mobil-mobil Toyota.

Dan mereka tidak menemukan adanya kesalahan pada sistem elektronik mobil Toyota yang bisa mengakibatkan kecelakaan.

Dari 58 EDR yang diperiksa, 35 diantaranya menunjukkan pengemudi tidak menekan rem yang mengindikasikan driver error. Sisanya pengemudi hanya menekan rem sebagian.

"Memeriksa event data recorder adalah satu bagian kecil dari upaya pemerintah untuk menyelidiki hingga tuntas kasus pedal gas Toyota," ujar juru bicara Departemen Transportasi AS Olivia Alair.

"Pada tahap awal investigasi, teknisi kami tidak mengidentifikasi adanya cacat pada mobil Toyota," imbuhnya.

Toyota sebelumnya menarik jutaan mobil di seluruh dunia secara sukarela untuk mengatasi merebaknya pedal gas yang tiba-tiba seret karena terjerat karpet di kabin pengemudi dan membuat mobil melaju kencang tanpa terkendali.

Toyota pun sempat membayar denda sekitar US$ 16 juta kepada pemerintah AS karena dinilai terlambat melaporkan kasus yang dikenal dengan sticky pedal itu ke regulator di AS.
(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads