Nah, penggunaan berbagai fitur dan fungsi yang disematkan di satu remote mobil yang biasanya terdapat pada mobil premium atau mewah yang tentunya harus menggunakan frekuensi high power.
Benarkah remote mobil premium yang canggih dan multi tasking tersebut justru malah yang biasanya ngadat ketika saling tumpang tindih dengan frekuensi lainnya seperti handphone atau radio?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi, tambah Gatot, dengan banyaknya fungsi yang tertanam pada sebuah remote mobil, seperti membuka pintu, membuka bagasi, bahkan sampai ada yang menghidupkan dan mematikan mesin, tentunya membutuhkan frekuensi high power.
Padahal, lanjut Gatot, frekuensi yang digunakan untuk remote mobil tidak berizin, jadi bisa tinggal digunakan langsung, namun frekuensinya harus low-power.
"Dan kalau ada produsen mobil atau bahkan produsen remote mobil yang ketahuan menggunakan frekuensi high power, sebenarnya bisa kami tuntut," tegasnya.
(bgj/ddn)












































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Ini Gudang Motor Listrik MBG yang Dipesan Dadan Hindayana
Indonesia Kian Tertinggal, Mobnas Malaysia Ekspansi EV 42 Ribu Unit/Tahun