Sering Recall, Toyota Sadar Diri

Sering Recall, Toyota Sadar Diri

- detikOto
Jumat, 09 Jul 2010 08:11 WIB
Sering Recall, Toyota Sadar Diri
Tokyo, Detroit - Beberapa tahun belakangan ini Toyota sering dihadapi recall atau penarikan
kendaraan-kendaraannya. Akibatnya, citra pabrikan mobil asal Jepang itu mata pasar AS dan global buruk. Agar tidak terulang lagi, Toyota saat ini lebih berhati-hati dalam memproduksi kendaraan.

Toyota akan melakukan penelitian dan pengembangan lebih dalam lagi untuk setiap kegiatan produksi kendaraan agar mobil yang dihasilkan minim masalah di masa depan.

Salah satu kebijakan yang akan diterapkan Toyota adalah memberikan waktu lama hingga berbulan-bulan atau 24 bulan untuk merampungkan setiap kendaraan yang akan diproduksi termasuk mencari kesalahan yang kemungkinan akan terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dan pihak prinsipal akan memperpanjang masa penelitian dan pengembangan
kendaraan sebelum ke tahap produksi. Agar lebih aman, Toyota akan melibatkan 100 insinyur setiap line-nya.

"Sangat penting bagi kami bila kualitas kendaraan Toyota lebih baik untuk itu pengujian akan berlangsung lebih lama. Kemudian konsumen akan menerima produk Toyota yang baik, kata Executive Vice President TMC Takeshi Uchiyamada seperti dikutip dari Leftlane News, Jumat (9/7/2010).

"Sering kali kita percaya dengan R & D dan menganggapnya benar. Namun, kita
perlu melihat dan berpikir objektif dan tenang dengan mata terbuka untuk
mendeteksi kesalahan," ucapnya.

Toyota kini memiliki 1.000 insinyur untuk meningkatkan 50 persen kualitas
kendaraan-kendaraan Toyota dari sebelumnya.

Sementara dalam kasus recall yang terakhir yang melibatkan Lexus dan mobil Crown, Toyota diyakini sudah mengetahui adanya kerusakan pada mesin Lexus dan Toyota Crown sejak 2 tahun lalu. Tapi ketika itu, Toyota tidak menganggap kerusakan itu harus diperbaiki dengan kampanye recall besar-besaran.

Toyota sudah mengumumkan kalau ada kerusakan mesin di beberapa model mobil mewah Lexus yang dijual di seluruh dunia, serta Crown dijual di Jepang.

Tidak tanggung-tanggung 270.000 unit mobil dikabarkan terkena dampak kerusakan di pegas katup di mesin yang dapat merugikan konsumen.

Pada Agustus 2008 silam, Toyota bahkan sempat membuat perubahan di beberapa bagian untuk mencegah masalah. Meskipun Toyota mengatakan masalah yang sekarang ada terjadi karena adanya zat asing yang memasuki pegas katup selama pembuatannya.

"Kami telah mengubah beberapa bagian pada bulan Agustus karena dengan begitu masalah tidak akan terjadi sama sekali, bahkan jika partikel kecil masukkan pada manufaktur," ujar juru bicara TMC Hideaki Homma seperti detikOto kutip dari Detroit News.

"Kita berbicara tentang partikel mikroskopis di sini," imbuhnya.

Tapi ternyata keluhan masih saja terjadi, karena itulah Toyota pun akhirnya terpaksa melakukan kampanye penarikan kembali alias recall terhadap ratusan ribu mobil Lexus dan Toyota Crown tersebut.

Insiden recall ini menambah buruk reputasi Toyota yang sejak bulan Oktober 2009 silam telah merecall 8,5 jutaan mobil mereka di seluruh dunia.

Bahkan akibat masalah ini Toyota harus membayar denda yang sangat besar yakni US$ 16,4 juta atau sekitar Rp 148,5 miliar di Amerika Serikat akibat lalai melakukan recall tersebut. Angka ini merupakan rekor denda terbesar yang pernah dikenai kepada perusahaan otomotif di Amerika.

Recall terakhir ini sendiri melibatkan 270 ribu unit mobil dari beberapa model Lexus seperti Lexus GS350, GS450h, GS460, IS350, LS460, LS600h, LS600hL dan Toyota Crown.

138.000 unit diantaranya berada di wilayah Amerika Serikat, hampir 92.000 unit di Jepang, 15.000 unit di Eropa, 10.000 unit di Timur Tengah, 6000 unit di Cina, 4.000 unit di Kanada dan 8.000 diberbagai wilayah lain di muka bumi. Di Indonesia, pun Toyota melakukan visit call bagi sekitar 50-60 pemilik mobil Lexus di Indonesia.

Toyota pun telah menerima sekitar 200 pengaduan, namun tidak ada kecelakaan karena cacat yang telah dilaporkan.

Insiden ini semakin bertambah pahit karena baru saja minggu lalu Toyota mengumumkan akan merecall 17.000 unit mobil hybrid Lexus setelah dalam pengujian diketahui terdapat sedikit masalah di tangki bensinnya.

(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads