Dilihat dari eksteriornya, Spark terasa fresh dengan garis tegas dan desain yang membaluri sekujur tubuhnya. Untuk bagian depan headlamp Spark terasa unik, selain karena disainnya melancip hingga kebagian tengah pilar A, lampu utama ini juga terlihat menonjol keluar dari garis bodi mobil.
Namun ternyata desain ini mampu berpadu apik dengan bagian grille yang cukup besar dan garis vertikal di bagian atas bonnet mobil ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada bagian dashboard, Chevrolet memanfaatkannya untuk membuat cekungan yang akhirnya bisa dipergunakan sebagai wadah yang kemudian diberi kelir merah.
Untuk anak muda yang berani, desain ini tentu akan sangat digemari, tapi untuk orang-orang yang sudah berumur, garis warna merah pada dashboard dan bagian depan pintu pasti akan mengganggu.
Pintu belakang Spark handlenya cukup unik. Handle terletak sejajar dengan jendela penumpang. Sehingga seakan-akan dari samping terlihat mobil ini hanya memiliki 2 pintu.
Pengetesan sendiri melalui jalur yang termasuk ekstrim untuk ukuran sebuah city car. Rombongan berangkat dari pusat kota menuju kawasan Kintamani Bali yang dihuni jalan yang penuh kelokan, terjal dan penuh lubang.
Ketika berada masih di dalam kota, Spark terasa cukup bersahabat dan gesit meskipun jalanan di pulau dewata tersebut ketika itu banyak diwarnai kemacetan.
Nah ketika jalanan sudah mulai menanjak dan berkelok, Spark yang disainnya terinspirasi dari seekor cheetah ini menawarkan handling yang mengasikan, gesit dan cukup presisi.
Namun karena trek yang dilalui cukup ekstrem, dengan kelokan dan banyak lubang, suspensi Spark terasa keras terutama bila duduk di baris kedua.
"Ini karena Spark itu kan city car yang didesain memang untuk digunakan di perkotaan, bukan naik-turun gunung seperti ini," ujar Direktur Pelaksana GMAI Mukiat Sutikno.
Alasan Mukiat memang beralasan. Dengan statusnya sebagai mobil perkotaan, suspensi yang teraplikasi di Spark memang dibuat untuk melahap jalanan perkotaan.
Meski begitu, untuk ukuran sebuah city car, kemampuan Spark untuk melahap jalur berkelok di Kintamani sudah cukup baik. Karena belum tentu mobil sekelasnya dapat bermanuver dan nyaman seperti Spark.
Dan yang paling utama, meski memiliki tenaga yang cukup kuat yakni mesin S-Tech II DOHC with Port Deactivation, 1.2-liter 4-silinder 16 katup, yang digendong mobil ini ternyata mampu menghasilkan tenaga maksimum 82 ps pada 6.400 rpm dengan torsi maksimum 108 ps pada 4.800 rpm.
Mesin yang menggunakan transmisi manual 5 percepatan dalam pengetesan oleh sejumlah jurnalis bahkan sempat mencapai konsumsi 1:67,27 km/liter. Sebuah angka yang sangat menakjubkan.
Over all, dengan disainnya yang up to date dan kemampuan bermanuver, suasana kabin yang atraktif serta efisiensi bahan bakarnya, Chevrolet Spark pantas menjadi salah satu pilihan bagi kaum muda yang ingin memiliki mobil yang fashionable.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Kok Bisa Motor MBG Tembus Rp 40 Juta?