Harga Mobil Susah Turun Karena Pajaknya Tinggi

Harga Mobil Susah Turun Karena Pajaknya Tinggi

- detikOto
Rabu, 21 Apr 2010 16:47 WIB
Harga Mobil Susah Turun Karena Pajaknya Tinggi
Jakarta - Komponen pajak dalam harga mobil merupakan salah satu yang dominan. Harga mobil pun susah turun karena tarif pajak yang terus naik.

Sehingga jika rupiah menguat pun, harga mobil tetap susah turun.

"Kami sebenarnya ingin menurunkan harga kalau rupiah menguat, tapi kan masalahnya bukan itu saja faktor penentunya," ujar Head, Domestic Marketing Division PT Astra Daihatsu Motor Elvina Afni dalam peluncuran Kredit Impian di Sunter, Jakarta, Rabu (21/4/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlebih pajak yang ditarik pemerintah untuk industri ini menurut Elvina masih terbilang sangat tinggi pajak bahkan menjadi faktor paling dominan bila dikaitkan dengan tingginya harga kendaraan saat ini.

Karena pajak punya andil antara 30-50 persen dari harga jual sebuah kendaraan.

"Bagaimana mau menurunkan harga kalau pajaknya naik terus," ujarnya.

Sebab untuk menjual sebuah mobil saja, selain izin, sebuah distributor juga harus membayar sejumlah pajak seperti PPnBM, bea masuk, hingga BBN.Β 

"Jumlah pajak dan angkanya cukup signifikan," ujarnya.

ATPM pun hanya berharap pemerintah bisa lebih bijak dalam menerapkan pajak-pajak, apalagi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) masih dibahas.

Selain pajak, faktor harga komoditas sepert baja, plastik, gas dan bahan bakar juga berpengaruh. Naik sedikit saja, maka biaya produksi mobil akan membengkak.

Karena itu, Alvina pun berharap agar harga-harga komoditas tadi dapat lebih stabil dan terjaga sehingga fluktuasi harga kendaraan pun tidak terlalu mencolok.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads