"Semakin tinggi harga kendaraan maka orang semakin malas untuk beli mobil atau motor, efeknya kendaraan tidak banyak berkeliaran di jalan. Otomatis kemacetan dapat teratasi," ujar pakar transportasi dari Universitas Indonesia Tri Tjahyono ketika dihubungi detikOto, Kamis (11/3/2010).
Dia pun setuju jika pajak mobil ini dinaikkan, namun lanjutnya pemerintah seharusnya tidak hanya menaikkan pajak kendaraan melainkan membenahi prasarana transportasi yang ada saat ini. Sebab prasarana transportasi umum selama ini masih sangat buruk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti memaksimalkan jalanan busway yang kurang baik. "Busway juga harus diperhatikan. Jangan sampai bangunnya saja tapi merawatnya tidak mau," cetusnya.
Tri menjelaskan jika kota tua Jakarta membutuhkan alat transportasi yang memadai dan memenuhi kebutuhan warga Jakarta, sehingga dapat meminimalisir kemacetan lalu lintas.
"Macet di Jakarta saat ini sudah sangat parah. Untuk itu kita perlu solusi yakni dengan alat transportasi yang baik dan memadai. Dan kita sepertinya perlu penambahan busway dan kereta api," ujarnya.
Menurut Tri hanya busway dan kereta api saat ini yang dapat diandalkan. Dari sisi lain yakni masalah ongkos busway dan kereta api tidak terlalu mahal.
"Meski mahal dana tersebut untuk memperbaiki prasarana," imbuhnya. "Seharusnya pemerintah mencermati itu. Coba untuk berpikir investasi ke arah itu. Jadi kita bisa kebih mandiri," lanjutnya.
Pemerintah kota Jakarta seharusnya berkoordinasi dengan Pemerintah daerah di pinggir Jakarta seperti ke Bekasi, Jawa Barat dan Ciputat, Tangerang, Banten.
"Harus ada statement politik yang jelas. Koordinasikan bagaimana menciptakan busway untuk penyambung antara provinsi dan kota. Dengan itu pengguna transportasi akan semakin terpenuhi kebutuhannya," tandasnya.
Dengan itu Tri berharap pengguna mobil dan sepeda motor juga berpikir untuk membawa kedaraan pribadi, dan berangsur-angsur beralih ke angkutan umum.
"Sehingga kondisi jalanan Jakarta juga semakin lengang," tutupnya.
(ikh/ddn)











































Komentar Terbanyak
Heboh Konten Kreator Rekam Usher GIIAS, Diminta Take Down Ngarep Ganti Rugi
Harga Honda Super One Diumumkan: Rp 438 Juta
Miris! Segini Banyak Pengendara yang Akali Pelat Nomor Demi Hindari ETLE