"Kita berharap ada ATPM di Indonesia yang ingin bekerja sama mengembangkan mobil hybrid kami," kata Kepala Bidang Peralatan Transportasi Tenaga Listrik dan Mekatronik Abdul Hapid ketika dihubungi detikOto, Selasa (9/3/2010).
Kerja sama itu menurut dia akan menghasilkan kendaraan hybrid yang lebih baik lagi. Apalagi bila kedua belah pihak dengan kepemilikan teknologi yang berbeda digabungkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun lanjut Hapid sepertinya rencana itu agak susah. Sebab seperti apa yang dijelaskan Hapid ketelibatan ATPM-ATPM tersebut agak sulit karena ATPM di Indonesia saat ini lebih condong mengembangkan kendaraan mereka sendiri.
"Beberapa kali dalam pertemuan mereka menyebutkan buat apa Indonesia memiliki mobil," ungkapnya.
Sementara Hapid memiliki pemikiran jika ATPM-ATPM di tanah air saat ini sangat kurang berminat untuk bekerjasama karena sudah merasa nyaman dengan produk mereka sendiri. "Mereka mungkin sudah nyaman dengan punya mereka," cetusnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!