Kemenperin Sebut Isu Dua Pabrik Otomotif Cabut Ganggu Produksi dan Demand

Kemenperin Sebut Isu Dua Pabrik Otomotif Cabut Ganggu Produksi dan Demand

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jumat, 26 Jun 2026 11:46 WIB
Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief
Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni. Foto: Kemenperin
Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membantah isu dua pabrik komponen otomotif di Jawa Timur akan cabut dari Indonesia dan pindah ke Vietnam. Menurut penelusuran Kemenperin, dua pabrik yang disebut akan hengkang ke Vietnam itu saat ini masih beroperasi.

Sebelumnya, Penasihat Khusus Presiden bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal sebelumnya mengungkapkan, akan ada dua pabrik komponen otomotif di Jawa Timur yang bakal pindah ke Vietnam. Keduanya sama-sama memiliki induk perusahaan yang berasal dari Jepang. Said Iqbal membocorkan kedua perusahaan itu dengan inisial PT J dan PT S yang berlokasi di Mojokerto dan Pasuruan, Jawa Timur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi kabar tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita langsung memerintahkan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Dirjen ILMATE) untuk menelusuri kebenaran informasi relokasi produksi PT S dan PT J serta PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) pada dua industri tersebut.

ADVERTISEMENT

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni menyebutkan, kemungkinan besar PT S dan PT J yang dimaksud adalah PT JAI dan PT SAI. Keduanya berlokasi di Jawa Timur, PT JAI di Kabupaten Pasuruan, dan PT SAI di Kabupaten Mojokerto.

Kemenperin mendapatkan konfirmasi dari pihak perusahaan bahwa dua perusahaan industri PT JAI dan PT SAI yang muncul dalam pemberitaan relokasi fasilitas produksi dari Indonesia ke Vietnam dan PHK patut diduga memang kedua perusahaan tersebut.

Meski begitu, telah dipastikan fasilitas produksi PT JAI dan PT SAI masih beroperasi secara normal di Indonesia dan tetap menjalankan kegiatan produksi sebagaimana biasanya. Belum ada rencana relokasi fasilitas produksi dua perusahaan industri tersebut dari Indonesia ke Vietnam. Begitu juga dengan isu PHK, pihak perusahaan juga menyatakan bahwa tidak ada pengurangan tenaga kerja ataupun PHK pada fasilitas produksi mereka.



"Berdasarkan hasil penelusuran kebenaran informasi ini, kami dari Kementerian Perindustrian sementara menyimpulkan bahwa pertama belum ada rencana relokasi fasilitas produksi PT JAI dan PT SAI dari Indonesia ke Vietnam. Dan kedua, tidak ada pengurangan tenaga kerja atau PHK pada dua perusahaan industri tersebut," kata Febri dikutip dari keterangan tertulisnya.

Sayangnya, isu hengkangnya kedua perusahaan komponen otomotif itu menyebabkan gangguan pada sisi produksi dan demand PT SAI dan PT JAI. Bahkan, buyer dan supplier PT JAI dan PT SAI menyatakan terkejut dan menanyakan kebenaran isi berita yang berkembang serta komitmen dua perusahaan tersebut terhadap kontrak mereka ke depan.

"Pemberitaan masif terhadap relokasi dan PHK pada dua industri di Jatim ini telah berdampak terhadap rantai pasok industri otomotif dan iklim investasi manufaktur Indonesia terutama pada dua perusahaan industri komponen otomotif ini," tutur Jubir Kemenperin itu.



(rgr/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads