Langkah tegas ini diambil karena jumlah kecelakaan akibat menyetir sambil mabuk meningkat tajam di negara yang saat ini menjadi pasar otomotif terbesar di dunia ini.
Pemerintah China rencananya mulai 1 Maret 2010 mendatang akan segera menuntut para pengemudi yang kedapatan mulutnya berbau alkohol untuk mengurangi angka kecelakaan di negara itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti detikOto kutip dari Xinhua Selasa (16/2/2010) China akan menghubungkan kewajiban membayar asurasi seseorang dengan catatan mengemudinya. Dengan skema itu China Insurance Regulatory Commission (CIRC) berharap kesadaran akan timbul diantara para pengemudi.
Skema tersebut berbunyi antara lain seseorang yang mengendarai mobil setelah minum tetapi tidak mabuk dan baru pertama kali ditangkap, harus membayar tarif asuransi 10 sampai 15 persen lebih tinggi dari tarif yang normal pada tahun berikutnya.
Sementara pengemudi yang kedapatan mabuk akan dikenakan tarif 20 hingga 30 persen lebih tinggi dan bila si pengemudi berulang kali tertangkap sedang mengemudi sambil mabuk, maka si pengemudi harus membayar biaya asuransi hingga 60 persen lebih tinggi dari biasanya.
Mengemudi dalam keadaan mabuk memang merupakan bahaya besar, tidak hanya bagi si pemabuk tapi bagi para pengguna jalan lain. Kepolisian China pada bulan Agustus lalu sudah menyelenggarakan kampanye antimabuk dan hasilnya lebih dari 304 ribu orang tertangkap dalan waktu empat setengah bulan. (syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?