Toyota Prius Bermasalah, Ford Ikut-ikutan Recall

Toyota Prius Bermasalah, Ford Ikut-ikutan Recall

- detikOto
Jumat, 05 Feb 2010 12:00 WIB
Toyota Prius Bermasalah, Ford Ikut-ikutan Recall
Detroit - Mengetahui hybrid Toyota Prius bermasalah pada sistem pengeremannya, Ford Motor Co pun segera melakukan pengecekan terhadap sedan hybridnya Ford Fusion. Hasilnya? Ford juga bakal melakukan penarikan (recall) terhadap Fusion.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (5/2/2010) sebanyak 17.600 Ford Fusion akan direcall untuk diperbaiki, karena memiliki masalah sistem pengereman yang diduga sama dengan kejadian yang diderita oleh hybrid asal Jepang, Toyota Prius.

Keputusan Ford tersebut datang setelah regulator keselamatan Amerika NHTSA menanggapi keluhan konsumen dengan membuka penyelidikan resmi terhadap Toyota Prius, yang bermasalah pada sistem pengeremannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Toyota telah menghadapi kritik karena tidak memberitahu konsumen tentang dugaan masalah dengan rem pada Prius, sementara Ford meskipun sudah mengetahui permasalahannya selama berbulan-bulan, masih akan menunggu sampai hari Kamis untuk mengumumkan kemungkinan adanya recall.

Sebuah laporan konsumen mengabarkan, permasalahan terjadi saat sedang berkendara di sebuah pemukiman, ketika hendak berhenti, rem Ford Fusion dirasa terlalu dalam dari kondisi normal, dan indikator pada dashboard menyala tiba-tiba.

Pendataan dari The National Highway Traffic Safety Administration melaporkan, keluhan konsumen yang mengungkapkan kalau sistem pengereman Ford Fusion memiliki respon yang rendah, meskipun regulator keselamatan ini belum melakukan investigasi resminya.

Ford mengatakan, dugaan penyebabnya adalah sebuah software glitch di Ford Fusion dan Milan hybrid yang diproduksi pada atau sebelum 17 Oktober 2009, yang dapat menyebabkan pengemudi merasakan seperti rem blong.

Namun, Ford tidak akan melakukan full-on recall, karena menganggap permasalahan software glitch bukan sebagai kegagalan fungsi rem, sehingga pelanggan cukup mendatangi diler Ford untuk upgrade software tersebut.

Laporan konsumen tersebut juga mengungkapkan, agar rem bekerja memang pedal perlu ditekan 1 inci lebih dalam, sebagaimana yang diutarakan Director Consumer Reports Auto Testing Center, David Champion.

"Fakta bahwa banyak orang kebingungan karena rem seperti blong, padahal dengan menekan pedal lebih dalam rem akan bekerja dengan normal," ujarnya.

Ford pun telah menerima beberapa laporan mengenai kecelakaan ringan akibat sistem pengereman tersebut, tapi tidak ada korban jiwa. Karenanya, demi kepuasan pelanggan, mereka akan memperbaikinya dengan cara melakukan upgrade software tersebut.
(bgj/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads