AS Lakukan Bullying ke Toyota?

AS Lakukan Bullying ke Toyota?

- detikOto
Kamis, 04 Feb 2010 17:01 WIB
AS Lakukan Bullying ke Toyota?
Washington - Kecaman yang datang dari pemerintah AS kepada Toyota dalam penanganan kasus recall mobil Toyota di AS membuat alis ini sedikit mengkerut.

Pemerintah AS boleh jadi tidak seimbang dengan kasus Toyota, mengingat pemerintah AS kini adalah pemilik saham mayoritas dua perusahaan mobil besar di AS yakni GM dan Chrysler.

Toyota tahun lalu membuat kejutan dengan mengalahkan produsen mobil AS di tanahnya sendiri, karena itu lah timbul kesan jika pemerintah AS sengaja membuat kasus recall ini sebagai senjata untuk mengalahkan Toyota.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini sangat buruk. Inilah yang terjadi ketika pemerintah memiliki perusahaan. 2 Perusahaan yang akan memperoleh keuntungan dari kasus ini adalah GM dan Chrysler," ujar Profesor dari Universitas Maryland Peter Morici seperti dikutip AFP, Kamis (4/2/2010).

Menteri Transportasi AS Ray LaHood terus menekan Toyota untuk melakukan koreksi terhadap masalah pedal gas di mobil Toyota.

LaHood menuding Toyota tidak bereaksi cepat dan malah membuat permasalahan recall menjadi berlarut-larut. LaHood menilai kasus ini terjadi sejak 2007 lalu, namun dia menilai Toyota belum mengeluarkan tindakan yang cukup.

LaHood bahkan mengeluarkan pernyataan keras yang menimbulkan kepanikan dalam pertemuan di panel kongres AS. Dia meminta sekitar pemilik 5,3 juta mobil yang mengalami recall berhenti mengendarai mobil Toyota.

LaHood kemudian menurunkan nada bicaranya dan berkata pada para jurnalis. "Yang saya maksudkan adalah jika Anda memiliki salah satu mobil yang ditarik itu, atau anda ragu dengan mobil anda, bawalah ke diler dan mereka akan memperbaikinya," ujarnya.

Kongres AS pun bereaksi dan akan meminta pejabat teras Toyota di AS Yoshimi Inaba untuk bersaksi di hadapan Kongres AS.

Direktur Majalah Consumer Reports David Champion menilai reaksi terhadap recall itu sangat berlebihan.

"Jika melihat statistik, pemerintah AS melakukan banyak hal tetapi untuk risiko yang sangat kecil.Β  Memang ada 2.000 keluhan soal pedal gas yang tiba-tiba nyangkut. Tapi jumlahnya terlalu sedikit dibandingkan dengan jumlah mobil Toyota di AS yang mencapai 20 juta unit, ini seperti mencari jarum di dalam tumpukan jerami," ujarnya.

Dia juga menambahkan investigasi oleh Kongres itu terlalu berlebihan. "Saya yakin ini akan menyakitkan buat Toyota dalam beberapa tahun lagi. Tapi jika Toyota tetap mempertahankan kualitas mobilnya seperti yang mereka lakukan di masa lalu, Toyota akan kembali bangkit seperti Ford ketika mengalami recall dulu," imbuh Champion.

Toyota sendiri diperkirakan bakal mengalami kerugian sekitar US$ 2 miliar sebagai biaya dari penarikan mobilnya di AS.
(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads