Sebab produsen motor non Jepang satu-satunya yang memiliki pabrik di Indonesia itu harus kehilangan 10 diler mereka di kawasan Jawa Tengah.
Ditutupnya diler tersebut menurut sumber detikOto dikarenakan terjadi masalah operasional dan tidak tercapainya kesepakatan antara ATPM TVS di Indonesia dengan pengelolanya disana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Mieke ini menjelaskan bahwa meskipun telah terjadi penutupan di 10 diler di wilayah tengah pulau Jawa, pelayanan TVS seperti servis dan penyediaan spare part tetap akan dilakukan di bengkel-bengkel kemitraan yang saat ini tersebar di seantaro Jawa Tengah.
"Konsep kami kan sesuai dengan mata angin, maksudnya dimana ada diler maka kami akan membangun bengkel kemitraan di segala penjuru mata angin, sehingga kalau pun dilernya tutup, bengkel-bengkel itu masih tetap dapat melayani pelanggan untuk masalah service dan spare part, jadi jangan takut," beber Mieke.
Tidak hanya itu, layanan mobile service yang disediakan TVS pun menurut Mieke juga akan terus jalan. "Jadi pelayanan tidak akan terlalu bermasalah," tandasnya.
Dan untuk mempertahankan kinerja penjualan TVS di daerah Jawa Tengah itu, Mieke menjelaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam menghadapi ini dan sedang berusaha mencari patner untuk mengganti 10 diler tadi.
"Kita tidak tinggal diam, sekarang sedang dicari gantinya. Saat ini kami pun kami sedang membangun 2 dealer baru di daerah Tegal dan Purwokerto, 2-3 bulan lagi sudah bisa beroperasi. Sisanya masih dalam tahap penjajakan," papar Mieke lagi.
Sebelumnya sumber detikOto membocorkan bahwa ada beberapa diler TVS yang berhenti beroperasi. Dealer-dealer itu antara lain TVS Majapahit, TVS Ngaliyan, TVS Purwokerto dan TVS Kartasura.
(syu/ddn)











































Komentar Terbanyak
Segini Hematnya Pakai Motor Listrik, Bisa Nabung Belasan Juta Rupiah!
Ramai Aksi Warga Perbaiki Sendiri Jalanan, Padahal Sudah Bayar Pajak Kendaraan
Viral Sopir Alphard Tak Terima Ditegur Satpam usai Terobos Lampu Merah