Pertanyaan tersebut tentu pantas diajukan, terlebih setelah President and Managing Director GM China Group Kevin Wale menegaskan bahwa mobil ini akan pula diekspor ke berbagai negara lain.
"Dengan New Sail, kami mensetting standar baru untuk segmen mobil kelas bawah. Tentunya dengan tetap mengikuti standar global dari Chevrolet. Rencananya nanti New Sail juga akan diekspor untuk menguji kemampuan produk kami yang dikembangkan di China itu (untuk berkembang) di negara lain," ungkap Wale.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin itu memang kebijakan GM di China, tapi kami di Indonesia belum ada rencana memasukan produk itu," ungkapnya kepada detikOto, Selasa (12/1/2009).
Kiki menjelaskan bahwa sebuah mobil murah di sebuah negara tidak bisa dianggap murah di negara lain, terlebih bila mobil tersebut harus didatangkan langsung dari negara asal.
Sebab dengan proses pengiriman tersebut, tentu akan memakan biaya dan biaya itu akan dimasukan ke harga jual. Jadi belum tentu ketika sampai kesini harganya masih akan sama dengan harga mobil tersebut di negara asal.
"Contohnya Camaro, di sana harga Camaro tipe SS tidak sampai Rp 700 juta dan yang S tidak sampai Rp 500 juta, tapi kalau kita paksa masuk sini dengan segala biaya termasuk pajak yang tinggi, harga Camaro bisa jadi sampai Rp 2 miliar," paparnya.
New Sail sendiri adalah sebuah sedan kompak dari General Motor (GM) yang dilepas dengan harga hanya sekitar RMB 60.000 atau sekitar Rp 84,4 juta saja.
Dengan harga segitu, Chevrolet sudah berani memberikan berbagai fasilitas pada sedan kompaknya itu seperti dua pilihan mesin tangguh yang irit bahan bakar, kabin lapang dengan fitur radio, CD player dan koneksi MP3 serta fitur keamanan yang mumpuni berkat adanya 2 buah airbag, ABS hingga EBD.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu
Kebut-kebutan di Tol JORR, Endingnya Pajero Sport-BMW Ringsek!
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?