Kawasan ini dikenal sebagai sentra onderdil mobil puluhan tahun lamanya. Menurut seorang pedagang onderdil, Eman Candra (64) kawasan ini sudah ada sejak tahun 1950-an. Eman sendiri baru berjualan pada tahun 1965. Bermula dari Pasar Banceuy yang juga dikenal dengan nama Santiong. Santiong adalah nama pemakaman warga Tionghoa.
Kemudian pemakaman ini diubah jadi Terminal Dago. Saat menjadi terminal, dimanfaatkan pedagang-pedagang kaki lima untuk menjual onderdil. Sampai akhirnya karena konsumen kian meluas, jumlah pedagang pun kian bertambah. Beberapa pedagang di Pasar Banceuy pun membuka toko yang lebih besar di pinggiran jalan. Seiring dengan itu, menjamur pula pedagang-pedagang kaki lima yang berjualan di jongko, roda ataupun mobil sekitar tahun 1980-an.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau warga sekitar ikut-ikutan saja ketika tahu usaha ini ramai," ujarnya.
Menurutnya, kini jumlah pedagang kaki lima yang tergabung dalam Koperasi Pedagang Cabang Banceuy (Kopescab) sekitar 300-an, Ditambah lagi dengan montir-montir di setiap toko dan juga pedagang yang jumlahnya bisa mencapai seribu.
Sejak tahun lalu, khusus kawasan Pasar Banceuy akan diubah menjadi ruko pasar otomotif terbesar di Bandung. Sebanyak 156 pedagangnya kini dialihkan ke tempat penampungan pedagang sementara (TPPS) di penghujung jalan berbatasan dengan Jalan Kebon Jati. Rencananya, menurut Koordinator pedagang kaki lima Dadeng (37), para pedagang bisa menempati ruko tersebut bulan Maret 2010 mendatang. Namun dirinya ragu pembangunan itu akan segera rampung karena pembangunan baru mencapai 15 persen.
Selain itu, para pedagang kaki lima khawatir, jika ruko tersebut sudah jadi, mereka akan terusir dari kawasan tersebut. Sementara untuk membayar biaya sewa ruko, mereka tidak mampu.
(ema/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer
Sewa Rp 160 Juta/Bulan, Segini Harga Mobil Land Rover yang Dipakai Wali Kota Samarinda