Lexus LFA Akan Direntalkan Dulu?

Lexus LFA Akan Direntalkan Dulu?

- detikOto
Kamis, 26 Nov 2009 16:02 WIB
Lexus LFA Akan Direntalkan Dulu?
Jakarta - Lexus punya rencana untuk mencegah spekulator membeli supercar pertama mereka, LFA, yang rencananya akan dijual pada bulan Januari 2011.

Pabrikan mobil mewah dari Jepang ini rencananya akan memberlakukan cara penjualan yang unik dimana para calon pembeli LFA di Amerika ditawarkan untuk menyewa terlebih dahulu LFA selama 2 tahun dengan biaya sewa $ 375.000. Baru diakhir tahun kedua penyewaannya pelanggan ditrawari untuk membeli mobil tersebut.

"Jika seseorang membelinya di bulan pertama dan kemudian memutuskan untuk menjualnya, ini bisa merusak pengalaman kepemilikan. Jika tidak dikendalikan dan diketahui di jual di pasaran, semua perjanjian dibatalkan," ungkap vice president of sales and dealer development for Lexus division Brian Smith seperti detikOto kutip dari Automotive News, Kamis (26/11/2009).

Mobil super bertenaga 552 hp ini memang tergolong eksklusif. Karena selain predikatnya sebagai supercar pertama, LFA pun diproduksi secara terbatas yakni hanya 500 unit saja.

Nah apakah sistem itu juga akan diberlakukan di Indonesia yang kabarnya sudah mendapat jatah 2 unit LFA?

"Enggak itu ga betul. Karena untuk dapetin LFA itu ada study khusus soal profile pembeli oleh principal dalam hal ini Toyota Motor Corp dan Toyota Motor Asia Pacifik. Jadi itu sebagai syarat approval production allocation," ungkap General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja kepada detikOto, Kamis (26/11/2009).

Lebih lanjut Adrian juga menjelaskan karena status mobil yang mengusung mesin 10 silinder berkapasitas 4,8 liter ini sebagai flagship brand Lexus di dunia, maka kehati-hatian memilih konsumen memang sudah menjadi perhatian.

"Khusus untuk LFA ini memang beda, principal sangat-sangat concern karena ini merupakan flagship image-nya Lexus di seluruh dunia," pungkasnya.

Di Jepang sana, LFA dijual dengan harga 37.5 juta yen atau sekitar Rp 3,903 miliar. Angka itu tentu akan membengkak bila mobil ini sudah sampai di Indonesia mengingat begitu banyak pajak yang ditetapkan negara kita. (syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads