Gaikindo Protes Pemadaman Listrik

Gaikindo Protes Pemadaman Listrik

- detikOto
Rabu, 11 Nov 2009 12:26 WIB
Gaikindo Protes Pemadaman Listrik
Jakarta - Pemadaman listrik yang terjadi belakangan ini mengganggu proses pembuatan mobil. Gabungan Industri Kendaraaan Indonesia (Gaikindo) pun protes.

"Sudah ada beberapa anggota yang ngomong bahwa hal ini mengganggu produksi kita, kita juga sudah ngomong lisan ke PLN (Perusahaan Listrik Negara)," ujar Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto kepada detikOto, Rabu (11/11/2009).

Gaikindo pun akan membahas lebih lanjut dalam forum anggota, karena pemadaman ini sudah cukup mengganggu. "Mudah-mudahan sebentar lagi akan kita omongkan di rapat anggota atau pengurus," ujar Presdir Hyundai ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski terganggu dengan pemadaman ini, Gaikindo belum berencana mengajukan surat resmi ke PLN. "Untuk surat protes belum tapi untuk keluarnya (surat protes) itu bisa jadi, tapi sekarang belum ada rencana," ujarnya.

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) malah mempertanyakan, kenapa
listrik di pabrik bisa mati, padahal listrik yang digunakan oleh pabrik-pabrik motor di Indonesia belum 100 persen digunakan.

"Rata-rata kita baru menggunakan 80 persen dari kapasitas, kok bisa mati," ungkap Ketua Umum AISI Gunadi Sindhuwinata.

Padamnya listrik di pabrik ini menurut Gunadi meski tidak sampai mengurangi angka produksi tapi sering padamnya listrik PLN ini sudah sangat mengganggu.

Bayangkan saja, pemadaman listrik ini sepertinya sudah menjadi kebiasaan PLN. Karena dalam sebulan minimum satu hari listrik padam.

Dan tidak tanggung-tanggung, menurut Gunadi padamnya listrik ini sering kali mematikan aktivitas pabrik selama satu hari penuh. "Kalau listrik mati, satu hari full bisa tidak kerja," pungkasnya.

AISI menurut Gunadi memang sudah menduga hal ini akan menjadi masalah. Karena
itulah, sejak awal terjadi kerusakan di gardu PLN, AISI dengan sigap sudah bergerak melakukan serangkaian pembicaraan.

"Sejak awal (gardu rusak), kami sudah rapatkan, anggota-anggota pun sudah banyak yang komplain, apa perlu kita naik ke atas, ke Kadin?" cetus Gunadi. (ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads