Fanatisme Merek Mobil Kini Sirna

Fanatisme Merek Mobil Kini Sirna

- detikOto
Kamis, 29 Okt 2009 12:15 WIB
Fanatisme Merek Mobil Kini Sirna
Detroit - Tahun 1980-an, orang Amerika selalu fanatik terhadap satu merek mobil. Jika mereka punya mobil General Motors atau Toyota mereka akan tetap memakai merek mobil itu jika membeli yang baru.

Namun kini fanatisme itu mulai memudar. Dulu 4 dari 5 orang Amerika yang membeli mobil pasti akan memilih merek mobil yang sama dan tetap kukuh serta setia menggunakan merek tersebut.

Sekarang akibat seringnya pasar berubah selera, kebiasaan tersebut sedikit demi sedikit sirna,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut dapat terlihat dari hasil penelitian CNW Marketing Research yang
dilansir New York Times Kamis (29/10/2009), dimana menurut penelitian
tersebut, tahun ini hanya tinggal sekitar 20 persen saja yang membeli mobil baru dengan merek yang sama dengan mobil sebelumnya.

"Sekarang jarang ditemui orang yang membeli merek yang sama selama 25 tahun lamanya. Benar-benar tidak ada kesetiaan merek lagi," kata Presiden CNW Art Spinella.

Contohnya adalah Chris Allen (24) warga Detroit. Garasi mobil keluarga Allen selalu dipenuhi oleh mobil-mobil keluaran GM seperti Saturn, Oldsmobile, Buick dan Chevy.

Namun begitu Allen pindah ke Los Angeles untuk bekerja di sebuah perusahaan riset, dia langsung ganti merek. Dia memilih Volkswagen GTI. "Jika GM membuat mobil yang saya inginkan pasti ada di daftar atas mobil yang akan saya beli," ujarnya.

Padahal lima tahun yang lalu mobil AS seperti Chevrolet dan Ford sama-sama duduk dengan nyaman di atas pasar Amerika Serikat, masing-masing dengan lebih dari 16 persen market pasar.

Tiga merek Chrysler yakni Chrysler, Dodge dan Jeep - pun juga meraih lebih dari 10 persen.

Namun saat ini Toyota-lah yang memimpin pasar dengan raihan sekitar 14 persen, diikuti oleh Ford, Chevrolet, Honda dan Nissan. Banyak merek Chrysler dan GM keluar dari Top 10 di pasar Amerika dan segera digantikan oleh dua merek dari Korea Selatan, Hyundai dan Kia.

Hal ini dikarenakan kemampuan setiap mobil sudah bisa dikatakan merata.
Karenanya kini para calon pembeli lebih mengandalkan selera mereka ketika
memilih sebuah mobil.

Pergeseran cara pandang seseorang dalam melihat sebuah mobil ini pun juga
berimplikasi besar pada cara beriklan pabrikan-pabrikan mobil tersebut. Karena saat ini orang lebih fokus ke value dibandingkan nama.

Karena itulah, tidak heran Hyundai mampu meraih hingga 4 persen pasar di
Amerika. Itu disebabkan bukan hanya karena produk Hyundai lebih murah daripada Toyota, tapi juga strategi inovatif yang dijalankannya.

Di Amerika, Hyundai menawarkan kemudahan untuk mengambil kembali mobil jika
pemilik kehilangan pekerjaan dan tidak mampu untuk melakukan pembayaran.

Begitu pula Ford, bila beberapa tahun lalu Ford selalu merangsang konsumen
dengan iklan yang mengingatkan konsumen akan kejayaan Ford di masa lalu. Kini
hal itu tidak dilakukan lagi.

Bahkan iklan untuk Fusion hanya disebutkan bahwa mobil ini hemat bahan dan sama sekali tidak menyebutkan nama Ford sampai akhir iklan.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads