Hal itu disebabkan karena bulan September lalu terdapat banyak hari libur yang membuat waktu kerja efektif hanya sekitar 2 minggu saja.
"Kalau dibulan Agustus penjualan total kita bisa sampai sekitar 620 ribu, di bulan September feeling saya akan turun hingga ke angka 430 ribuan," ungkap Senior General Manager Sales Division PT Astra Honda Motor (AHM) Sigit Kumala ketika berbincang dengan detikOto , Jum'at (9/10/2009).
Penurunan itu menurut Sigit merupakan suatu hal yang rutin, karena bila di bulan sebelum lebaran semua penjualan motor naik, nah bulan kemudian pasti akan turun.
"Itu sudah lumrah," tandasnya.
Hal itu pun sesuai dengan pengakuan Suzuki yang dibulan September silam mengaku mengalami penurunan akibat banyaknya hari libur. "Libur jadi penyebab utama penurunan penjualan," ujar 2w Marketing-Promotion & Dealer Development PT Indomobil Niaga International (IMNI), Edi Darmawan kepada detikOto , Kamis (8/10/2009).
Pemimpin pasar motor Indonesia yakni Honda dan Yamaha pun sebenarnya juga mengalami penurunan prestasi. Sebab bila dibulan Agustus masing-masing masih mampu menjual hingga 292.076 dan 279.054 unit dibulan September angka itu drop menjadi masing-masing 190 ribu dan 180 ribuan.
Pasar motor Indonesia sendiri diprediksi akan mampu menyerap penjualan motor sampai ke angka 5 juta. Angka tersebut turun daari prestasi penjualan Indonesia yang menembus angka 6 juta unit.
Mengacu pada data penjualan resmi yang telah dikeluarkan AISI, hingga bulan Agustus pasar motor kita telah menyerap sampai 3.718.175 unit. "Dengan sisa waktu yang ada, target itu masih masuk akal untuk dicapai," ujar Sigit.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Cabut ke Vietnam, Ribuan Pegawai Kena PHK
2 Pabrik Otomotif Jepang di RI Mau Cabut ke Vietnam, Ini Alasannya
Indonesia Ditinggal Kabur Pabrik Otomotif, Pemerintah Harus Ambil Sikap!